Penerbangan di Bandara Muara Teweh Kembali Normal, Seputar Sepekan Terganggu Kabut Asap Karhutla
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, akhirnya kembali beroperasi normal pada Senin. Layanan ini sebelumnya terhenti sejak 19 Agustus akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam keselamatan penerbangan. Muhammad Amrillah, Kepala Bandara, mengkonfirmasi bahwa jadwal telah berjalan normal, meskipun jumlah penumpang awal masih relatif sedikit karena sisa dampak pembatalan berkepanjangan.
Kelancaran penerbangan ini memberikan angin segar bagi mobilitas warga, mengingat selama periode gangguan, akses udara menjadi tidak tersedia dan masyarakat terpaksa beralih ke jalur darat yang jauh lebih lama. Penjelasan rinci mengenai operasional maskapai dan frekuensi penerbangan kini hadir untuk memetakan situasi terkini di lapangan.
Detail Operasional Maskapai dan Frekuensi Penerbangan
Operasional perdana melibatkan Wings Air dengan rute Banjarmasin - Muara Teweh yang berlangsung setiap hari, namun dengan catatan pada jadwal pagi hari dibatalkan sehingga penerbangan hanya dilakukan di siang hari. Rute ini menggunakan pesawat ATR-72-600 berkapasitas 72 penumpang. Sementara itu, Susi Air melayani rute perintis Muara Teweh - Palangka Raya setiap Senin menggunakan pesawat Cessna berkapasitas 12 orang, yang merupakan penerbangan bersubsidi dengan harga tiket Rp540.020.
- Wings Air: Rute ke Balikpapan juga tersedia melalui pesawat carteran perusahaan tambang.
- Susi Air: Penerbangan perintis yang disubsidi untuk menghubungkan ibukota provinsi dan Muara Teweh.
Dampak bagi Pengguna Jasa dan Lanjutan Jadwal
Para pengguna jasa menyambut gembira kembalinya layanan udara ini. Nema, seorang warga Muara Teweh yang melakukan perjalanan dinas, mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali ke rumah menggunakan pesawat dalam waktu yang singkat, dibandingkan sebelumnya harus menempuh jarak darat 7-8 jam menuju Palangka Raya atau 9-11 jam menuju Banjarmasin. Meski demikian, Amrillah mengingatkan bahwa penerbangan Wings Air pada Selasa (3/11) dibatalkan karena alasan operasional, dan layanan baru kembali aktif sepenuhnya pada Rabu (4/11). Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun cuaca membaik, disiplin operasional tetap menjadi prioritas utama.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendes Yandri Susanto Komitmen Atasi Stunting dari Hulu: Dampak Ekonomi, Kesehatan, hingga Target Jangka Panjang 2045

264 Pati dan Pamen Polri Dimutasi: Penyegaran Strategis untuk Hadapi Tantangan Kompleks

Modus Baru Jaringan Narkotika: Tiga Bandar Sabu di Morowali Dibekuk Gunakan Aplikasi AI 'METEOR'
