Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Meutia Hatta Ungkap Sentuhan Hati: Sekolah Rakyat Jadi Wujud Nyata Pasal 34 UUD 1945

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: Antara News
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Meutia Hatta Ungkap Sentuhan Hati: Sekolah Rakyat Jadi Wujud Nyata Pasal 34 UUD 1945
BAGIKAN:

Meutia Farida Hatta Swasono, Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), mengungkapkan rasa haru mendalam terhadap implementasi program Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial. Langkah pemerintah ini dinilai sebagai perwujudan nyata dari amanat Pasal 34 UUD 1945, sebuah pasal penyusunannya turut melibatkan sang ayah, Wapres Mohammad Hatta. Ungkapan tersebut disampaikan Meutia selepas acara puncak peringatan Hari Pahlawan 2026 yang digelar di Taman Fatahillah, Jakarta, Senin malam.

Meutia menegaskan bahwa ketepatan sasaran program ini sangat krusial karena menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera dengan penghasilan orang tua di bawah Rp1 juta. Sebagai Guru Besar di Universitas Indonesia dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, ia merasa tergerak untuk mendukung penuh inisiatif yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis bagi kalangan terendah.

Transformasi Sosial dan Penghargaan atas Kerja Kemenkes

Kisah anak-anak yang sebelumnya hanya bisa makan sekali sehari dan kini dapat menikmati tiga kali makan terstruktur di asrama Sekolah Rakyat menjadi sorotan emosional Meutia. Ia mengapresiasi soliditas jajaran Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Menteri, yang dianggap berhasil mengangkat pesan konstitusi melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto. "Kita tidak boleh negara kita menjadi seperti ini... itu kita harus bantu," ujar Meutia, mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bahu-membahu menyukseskan program ini secara nasional.

Ia menilai prestasi dan kerja nyata yang ditunjukkan oleh Kementerian Sosial patut dihargai tinggi. Dengan memanfaatkan pengalamannya di bidang pendidikan dan pemberdayaan, Meutia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memastikan kesejahteraan sosial bagi keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Capaian Operasional dan Target Pembangunan 2029

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini telah beroperasi 182 titik Sekolah Rakyat baik rintisan maupun terintegrasi. Fasilitas ini menampung 44 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang didukung oleh ribuan guru serta wali asrama. Program ini mengintegrasikan berbagai layanan unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

  • Sebanyak 100 Sekolah Rakyat sudah memiliki gedung permanen.
  • Target besar pembangunan 500 sekolah permanen ditargetkan tercapai hingga tahun 2029.
  • Program terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah untuk pengentasan kemiskinan holistik.

Kompleksitas layanan yang terintegrasi ini memastikan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pada pemenuhan gizi dan kesehatan dasar, menciptakan ekosistem pengentasan kemiskinan yang komprehensif bagi keluarga prasejahtera di Indonesia.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸