Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kritik Tajam China Soal Laporan Mata-mata AS yang Mengincar CEO Nvidia

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: SCMP China Tech & AI
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Kritik Tajam China Soal Laporan Mata-mata AS yang Mengincar CEO Nvidia
BAGIKAN:

Pemerintah Tiongkok dengan tegas menyanggah laporan intelijen Amerika Serikat yang mengklaim adanya aktivitas mata-mata China yang menargetkan Jensen Huang, CEO Nvidia. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyebut tuduhan tersebut sebagai spekulasi yang tidak berdasar dan murni bertujuan untuk merusak reputasi Beijing di kancah internasional.

Respons Deras terhadap Temuan New York Times

Penolakan ini muncul setelah media ternama The New York Times mempublikasikan temuan pada hari Kamis terkait upaya pengintipan yang diduga dilakukan oleh agen China terhadap pemimpin perusahaan semikonduktor itu. Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin di Beijing, menegaskan bahwa laporan tersebut dibangun di atas asumsi kosong. Dia menekankan bahwa narasi yang dibangun oleh pihak Amerika adalah bentuk kampanye hitam yang bertujuan mengecilkan peran dan integritas Tiongkok dalam industri teknologi global.

Isu ini semakin memanas di tengah ketegangan persaingan teknologi antara kedua negara, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan chip. Nvidia, sebagai salah satu penyedia GPU terbesar di dunia, memegang peranan krusial dalam infrastruktur AI modern. Oleh karena itu, setiap insiden keamanan siber atau dugaan spionase yang melibatkan eksekutif kunci perusahaan ini kerap menjadi sorotan tajam dalam dinamika geopolitik. Pengabaian Tiongkok atas klaim AS ini menunjukkan posisi keras mereka dalam menjaga kedaulatan data dan citra institusional mereka di mata dunia.

Kedua belah pihak kini terus memainkan kartu diplomasi dengan hati-hati untuk menghindari eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu rantai pasokan teknologi global. Meskipun klaim spionase tersebut belum diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga, keberadaannya sudah cukup untuk menghangatkan kembali debat tentang keamanan siber di sektor teknologi yang sangat strategis. Para pengamat menilai bahwa respons cepat dan keras dari Beijing mencerminkan strategi proteksi reputasi yang mereka terapkan ketika menghadapi tuduhan dari Washington.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸