Kemenangan Canelo atas M'billi Tegaskan Dominasi Petinju 36 Tahun di Kelas Super WBC
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Saul Canelo Alvarez kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu petinju paling berpengaruh di dunia setelah merebut gelar juara dunia kelas menengah super WBC dari Christian M'billi. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit namun didominasi oleh Canelo, petinju asal Meksiko tersebut berhasil keluar sebagai pemenang dengan keputusan angka mutlak dari tiga juri. Skor final tercatat 115-112, 116-111, dan 117-110, yang memastikan keunggulan absolut Canelo di atas ring. Momen kemenangan ini tidak hanya sekadar tambahan trofi, tetapi juga memicu respons emosional yang kuat dari sang juara, yang menyebut raihan tersebut setara dengan sensasi meraih gelar pertamanya.
Emosi Mendalam dan Penghargaan untuk Tim
Usai lonceng akhir dibunyikan, Canelo mengungkapkan bahwa perjalanan meraih gelar ini terasa sangat berbeda dari kemenangan-kemenangan sebelumnya. "Ini seperti titel perdana saya," ujarnya, mengacu pada nostalgia saat ia pertama kali menaiki tangga juara 16 tahun lalu. Di usia 36 tahun dan 21 tahun berkecimpung di dunia tinjauan profesional, Canelo memberikan kredit tinggi kepada pelatihnya, Eddy Reynoso, yang dianggap berjasa mengubahnya menjadi sosok juara yang matang dan tangguh. Ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Reynoso karena kontribusinya dalam membentuk gaya bertarung dan mentalitas Canelo yang saat ini dianggap siap menghadapi tantangan kelas dunia.
Rasa bangga tersebut berbanding lurus dengan hasrat Canelo untuk terus berkembang meskipun sudah mencapai puncak karier. Petinju yang dikenal dengan gaya serangannya yang agresif ini menegaskan bahwa ia belum merasa puas dan masih memiliki keinginan kuat untuk belajar serta bekerja keras. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kualitas Canelo tidak menurun meski usia bukanlah lagi remaja, melainkan semakin tajam seiring pengalaman yang terakumulasi selama dua dekade lebih. Ia berkomitmen untuk menjaga performa dengan program latihan yang ketat, memastikan bahwa gelar WBC ini hanyalah satu langkah dari rangkaian target jangka panjangnya di divisi kelas menengah super.
Rencana Istirahat dan Fokus Menuju Ke Depan
Menyadari intensitas fisik dan mental yang telah dikeluarkan selama persiapan dan pertarungan, Canelo mengungkapkan kebutuhan akan jeda singkat untuk pemulihan total. Ia berencana menghabiskan beberapa pekan ke depan untuk beristirahat dari tekanan profesional, namun menekankan bahwa jeda tersebut bersifat sementara sebelum kembali ke ruang latihan. "Saya ingin terus belajar. Saya ingin terus bekerja keras," tegasnya, menunjukkan bahwa semangat kompetitifnya tetap menyala. Dengan strategi ini, Canelo memastikan dirinya tetap segar secara fisik dan mental, siap untuk menghadapi potensi pemerebutan gelar atau pertandingan bergengsi lainnya di masa mendatang, sementara ia mempertahankan standar tertinggi sebagai pemegang gelar WBC kelas menengah super.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Panas Konflik Timur Tengah Picu Mundurnya Jadwal Piala Asia 2027

Usung Ambisi Besar di Umur 12 Tahun, Narantraya Jeihan Sabet Runner-up Piala Panglima TNI Menuju Porprov Jawa Barat

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar
