Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ide Kostum Halloween Terakhir untuk Pecinta Teknologi: Dari AI Recursive hingga GLP-Bryan

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: TechCrunch AI
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Ide Kostum Halloween Terakhir untuk Pecinta Teknologi: Dari AI Recursive hingga GLP-Bryan
BAGIKAN:

Pengalaman panik akibat terlambat menyiapkan kostum Halloween memang sering terjadi. Bagi para penggemar teknologi, media TechCrunch membagikan serangkaian ide kostum terakhir kali yang unik dan relevan dengan tren industri saat ini. Konsepnya berkisar pada satir cerdas terhadap kekhawatiran AI, budaya kejangkitan developer, hingga figur publik teknologi yang tengah hangat diperbincangkan, memberikan opsi mulai dari yang sederhana hingga yang membutuhkan komitmen akting tertentu.

Meniru Kecerdasan Buatan dan Kekhawatiran Pengembang

Salah satu ide paling menonjol adalah menjadi metafora "recursive self-improvement" atau perbaikan diri resursif. Kostum ini menyoroti ketakutan para pemimpin AI seperti Dario Amodei dan Sam Altman mengenai potensi model AI yang terus berkembang tanpa intervensi manusia. Pengguna cukup berdandan sebagai versi diri mereka sendiri yang lebih produktif dengan membawa buku produktivitas, matras yoga, dan botol air besar, sambil berbohong tentang skor tidur smartwatch mereka. Konsep ini juga diperluas menjadi karakter "AI Assistant yang Creepy", mengacu pada avatar avat yang ramah namun berpotensi berbahaya yang baru diluncurkan oleh Meta dan OpenAI, di mana pemakai disarankan berpakaian mengembang atau berwarna-warni untuk meniru kesan innocent yang dapat menyebabkan malapetka.

Detail Unik dari Budaya Hacker hingga Biohacker

Untuk sentuhan yang lebih teknis, kostum "PHP Vulnerability" mengangkat kekhawatiran baru setelah AI menemukan kelemahan kritis pada kode PHP yang bisa berakibat fatal bagi internet. Pemakai cukup mengenakan kemeja bertulisan PHP dan "commit to the bit" dengan membicarakan perasaan secara dramatis sepanjang malam untuk memperkalkan sisi rapuh kode tersebut. Ada pula opsi kostum "Mark Zuckerberg" yang khas, menggunakan kemeja hitam oversize dengan kertas bertuliskan "Building is my love language" atau frasa Latin "Aut Zuck aut nihil". Terakhir, bagi yang ingin benar-benar membuat heboh, kostum "GLP-Bryan" terinspirasi dari biohacker terkenal yang viral dengan teknik relaksasi berat badan di atas pasangan, menawarkan solusi darurat bagi yang tidak punya waktu belanja karena cukup mengenakan kemeja dan jeans, siap menekan tubuh ke orang lain di tengah pesta.

Meow! Tanya Nesi!
😸