Gekrafs Resmikan Empat Dewan Perwakilan Luar Negeri di Tiongkok untuk Ekspansi Ekonomi Kreatif
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Gekrafs resmi memperkuat jaringannya di tingkat internasional dengan membentuk empat Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) di Tiongkok, mencakup Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai. Langkah strategis ini diresmikan untuk membuka lebar peluang bisnis dan kolaborasi bagi pelaku industri kreatif Indonesia di pasar Asia Timur yang dinamis. Pembentukan chapter-chapter ini diharapkan mampu menjembatani kekayaan budaya dan potensi ekonomi Indonesia dengan ekosistem kreatif Tiongkok yang maju.
Inisiatif ini dipandang krusial mengingat industri kreatif Tiongkok, khususnya dalam konten seperti drama vertikal atau dracin, telah menunjukkan daya tarik besar di berbagai negara Asia. Dengan potensi serupa di Indonesia, Kawendra Lukistian, Ketua Umum DPP Gekrafs, menegaskan bahwa perluasan jaringan ini adalah mekanisme untuk meningkatkan daya saing global Indonesia, tidak hanya melalui promosi produk, tetapi juga pengembangan jejaring bisnis yang solid.
Strategi Kota dan Peluncuran Resmi di KBRI Beijing
Pemilihan keempat kota di Tiongkok tersebut didasarkan pada karakter ekonomi yang komplementer. Guangzhou dipilih sebagai basis perdagangan dan manufaktur, Beijing menjadi pusat kebijakan, Shenzhen menitikberatkan pada teknologi dan inovasi, serta Shanghai sebagai hub bisnis dan keuangan internasional. Strategi ini memungkinkan kolaborasi yang lebih spesifik, mulai dari industri digital hingga investasi dan promosi budaya. Pelantikan resmi DPLN Tiongkok telah dilaksanakan pada Jumat (30/10) di KBRI Beijing, dengan Aditya Pradewo yang dilantik sebagai Ketua Gekrafs DPLN Tiongkok. Acara tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis serta peluncuran maskot organisasi untuk memperkuat identitas internasional.
Dukungan Diplomatik dan Dorongan Wamen Ekonomi Kreatif
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari perwakilan diplomatik dan pemerintah. Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyatakan bahwa diplomasi ekonomi sangat vital untuk memperluas akses kerja sama, terutama melalui pertukaran budaya dan kemitraan antarpelaku usaha. Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya penguatan jaringan internasional agar pelaku kreatif Indonesia tidak hanya berfokus pada pasar domestik. Menurutnya, kehadiran Gekrafs di Tiongkok adalah penghubung strategis agar talenta dan karya Indonesia dapat berkembang lebih luas di panggung global. "Kehadiran jaringan Gekrafs di Tiongkok dapat menjadi salah satu penghubung strategis agar talenta, karya, dan produk kreatif Indonesia mendapatkan kesempatan lebih luas untuk berkembang," kata Irene.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendes Yandri Susanto Komitmen Atasi Stunting dari Hulu: Dampak Ekonomi, Kesehatan, hingga Target Jangka Panjang 2045

264 Pati dan Pamen Polri Dimutasi: Penyegaran Strategis untuk Hadapi Tantangan Kompleks

Modus Baru Jaringan Narkotika: Tiga Bandar Sabu di Morowali Dibekuk Gunakan Aplikasi AI 'METEOR'
