Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

DKI Jakarta Kuasai Kejurnas Soft Tenis Nasional 2026, Fokus Regenerasi Atlet Muda

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: Antara News
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

DKI Jakarta Kuasai Kejurnas Soft Tenis Nasional 2026, Fokus Regenerasi Atlet Muda
BAGIKAN:

Pengurus Provinsi Soft Tennis DKI Jakarta memastikan regenerasi atlet tetap terjaga setelah kontingen ibu kota berhasil meraih gelar Juara Umum pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Indonesia 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Prestasi yang diraih pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini menjadi bukti komitmen pembinaan jangka panjang yang dilakukan oleh pihak pengprov di bawah kepemimpinan Herman Sukmadipura, yang menegaskan bahwa kekuatan tim terletak pada fondasi latihan berkelanjutan, bukan sekadar persiapan mendadak sebelum kompetisi.

Kehadiran pemain-pemain muda dalam ajang tersebut, seperti atlet berusia 16 tahun serta Hanifa yang berada di rentang usia 19-20 tahun, menunjukkan bahwa program pembinaan usia dini berjalan efektif. Herman menyatakan bahwa keberangkatan sejumlah atlet muda ke kejurnas menjadi indikator penting untuk menjaga kesinambungan prestasi di masa depan. "Mereka harus dipersiapkan agar bisa menjadi penerus dan menjaga prestasi DKI Jakarta pada kejuaraan berikutnya," ujar Herman di Jakarta. Fokus pada regenerasi ini dianggap krusial agar DKI Jakarta dapat mempertahankan dominasinya di tingkat nasional secara konsisten.

Strategi Pembinaan dan Kedalaman Skuad

Pelatih tim Gularso Muljadi menjelaskan bahwa dominasi DKI di Makassar adalah hasil dari program latihan yang tidak terputus pasca-Pekan Olahraga Nasional (PON). Para atlet telah menjalani pembinaan intensif tanpa jeda, sehingga saat tampil di kejurnas, mereka sudah memiliki kematangan taktik dan fisik yang memadai. Hal ini tercermin dari kedalaman skuad yang mampu mengisi hampir seluruh final, termasuk pada nomor ganda putra di mana Bagus Angga Budi Pradila dan Ahmad Baijuri keluar sebagai juara setelah mengalahkan sesama atlet DKI, Fajar dan Fadil. Keberhasilan menembus partai final sesama atlet internal ini menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan di dalam tim ibu kota.

Dominasi serupa juga terlihat pada sektor tunggal. Pada nomor tunggal putri, Irma berhasil merebut emas setelah mengalahkan Aras dalam final sesama atlet DKI, meskipun Aras diketahui mengalami demam sehingga tidak berada dalam kondisi puncak. Sementara itu, di sektor tunggal putra, Muhammad Fajar mempersembahkan emas bagi DKI setelah menaklukkan wakil Kalimantan Timur, Fadhil, dengan skor 4-2. Capaian ini menegaskan bahwa kekuatan tim DKI tidak hanya bergantung pada satu dua pemain bintang, melainkan pada ekosistem pembinaan yang sehat.

Peringkat Nasional dan Implikasi Kinerja

Kesuksesan ini menempatkan DKI Jakarta di posisi teratas klasemen kejuaraan nasional, menggeser tuan rumah Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil akhir, posisi kedua diduduki oleh Kalimantan Timur dengan perolehan 1 emas, 1 perak, dan 5 perunggu, sementara Sulawesi Selatan yang menjadi tuan rumah meraih 1 emas dan 3 perunggu di posisi ketiga. Jarak poin ini mempertegas supremasi teknik dan pengalaman bertanding yang dimiliki skuad ibu kota.

Dengan fondasi regenerasi yang solid, Pengprov Soft Tennis DKI Jakarta berharap konsistensi prestasi ini dapat berlanjut ke agenda olahraga berikutnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan mempertahankan status juara umum di Makassar bukan hanya tentang medali, tetapi juga indikasi bahwa sistem pembinaan atlet muda di DKI telah berjalan sesuai standar profesional, memastikan masa depan soft tennis Indonesia tetap dikuasai oleh talenta-talenta muda yang siap bersaing di kancah tinggi.

Meow! Tanya Nesi!
😸