Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bunda PAUD Kebon Melati Dorong Literasi Sejak Dini Lewat Kunjungan 35 Anak ke Perpusnas

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: Antara News
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Bunda PAUD Kebon Melati Dorong Literasi Sejak Dini Lewat Kunjungan 35 Anak ke Perpusnas
BAGIKAN:

Esty Ayu Purwaningtyas, Bunda PAUD Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, memimpin kunjungan 35 anak dari delapan lembaga PAUD ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk memupuk minat baca sejak dini. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap erosi kebiasaan membaca akibat pesatnya perkembangan teknologi digital di kalangan anak-anak. Esty menegaskan bahwa di tengah dominasi layar gawai, eksposur terhadap buku fisik tetap krusial untuk membentuk karakter literasi generasi penerus. "Kita tahu sekarang ini zaman sudah semakin digital, tetapi kita tetap harus menanamkan kecintaan anak-anak terhadap buku. Jangan sampai perkembangan teknologi membuat anak-anak jauh dari kebiasaan membaca," ujar Esty dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Kegiatan yang merupakan inisiatif pertama Bunda PAUD Kebon Melati ini tidak hanya berfokus pada pengantar literasi, tetapi juga melibatkan sesi bercerita interaktif. Anak-anak diajak mendengarkan narasi dari buku "Empat Kata Ajaib dari Hutan Ceria" karya Witri Yenny Arifin, Bunda PAUD Kota Jakarta Pusat. Melalui pendekatan naratif ini, para peserta dikenalkan pada nilai-nilai positif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, menjembatani dunia imajinasi buku dengan aplikasi moralitas di lingkungan sosial mereka.

Rencana Program Rutin dan Penguatan Kreativitas Anak

Esty mengungkapkan ambisi jangka panjang untuk mengubah kunjungan ke Perpusnas menjadi agenda berkala, yang akan diperluas ke berbagai perpustakaan daerah di Jakarta. Selain literasi, program ini mengintegrasikan pengembangan keterampilan melalui berbagai inisiatif kreatif. Beberapa aktivitas kunci yang telah dan akan dilaksanakan meliputi:

  • Pawai kebudayaan dalam rangka peringatan Hari Kartini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
  • Market Day yang melibatkan seluruh PAUD di wilayah tersebut, bertujuan mengenalkan prinsip dasar kewirausahaan.
  • Pelatihan praktis mulai dari berjualan, mengolah makanan, hingga memproduksi kerajinan tangan untuk dipasarkan.

Inisiatif Market Day secara khusus dirancang untuk memberi paparan dini pada dunia usaha, membentuk mentalitas produktif sejak usia prasekolah, sekaligus memberikan nilai tambah edukatif bagi orang tua dan masyarakat sekitar.

Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun

Di luar aspek kreativitas, kunjungan ini menjadi sarana strategis untuk menyosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) kepada masyarakat. Esty mengaitkan kegiatan ini dengan dukungan terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun prasekolah sebagai fondasi awal pendidikan formal. Tujuan utama dari ekspansi kesadaran publik ini adalah memperluas akses pendidikan dan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) pada jenjang tersebut. "Harapan kami, semakin banyak anak-anak yang bisa bersekolah di PAUD. Semoga melalui kegiatan hari ini mereka semakin senang membaca, mencintai buku, dan tumbuh menjadi generasi emas Indonesia," tutup Esty, menegaskan bahwa literasi adalah kunci utama pembentukan potensi optimal anak.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸