BPBD Bali Fokus Cari Dua Korban Longsor Pelaga, Salah Satunya WNA, 21 Tamu Lain Selamat
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana mengumumkan upaya pencarian intensif terhadap dua korban tanah longsor di kawasan Pelaga EcoPark, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, yang mana salah satu korban diketahui merupakan warga negara asing (WNA). Dari total 23 tamu yang menginap saat bencana terjadi, 21 orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya, yaitu seorang warga lokal bernama Bangkit Mubarok dan satu WNA yang identitasnya belum terungkap, masih dalam proses evakuasi.
Peristiwa tragis ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat yang mencapai 121 milimeter per hari di sekitar pukul 23.00 Wita. Dampaknya merusak empat dari 25 unit tenda glamping di lahan seluas empat hektare, dengan satu tenda dilaporkan hanyut terbawa material longsor. Kawasan ini memiliki topografi berbahaya karena berada di kemiringan jurang dan tepat di pinggir Sungai Tukad Yeh Kilap.
Mobilisasi 127 Personel Gabungan dan Strategi Pengurangan Aliran Air
Untuk memaksimalkan efektivitas pencarian, tim gabungan melakukan strategi teknis dengan menutup sebagian pintu air bendungan di hulu guna mengurangi aliran air ke sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk memudahkan penyusuran sepanjang aliran sungai hingga ke Bendungan Batulantang, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Operasi besar-besaran ini dikoordinasikan oleh Basarnas Bali dengan mengerahkan total 127 personel dari berbagai instansi, termasuk dukungan anjing pelacak K9 dari Polda Bali.
Pemilik penginapan, I Kadek Suardika, dan tiga rekannya menyadari risiko topografi tersebut, namun tidak berhasil menghindarkan dampak cuaca ekstrem. Hingga pukul 17.30 Wita, korban belum ditemukan dan operasi pencarian dijadwalkan dilanjutkan keesokan harinya.
64 Titik Bencana di Selurung Bali, Situasi Relatif Terkendali
BPBD Bali mencatat bahwa cuaca ekstrem yang melanda sejak malam sebelumnya memicu dampak bencana di 64 titik di seluruh provinsi. Distribusi titik bencana tersebut meliputi Gianyar (15 titik), Karangasem (12 titik), Bangli (11 titik), Klungkung (10 titik), Badung (6 titik), serta Buleleng dan Tabanan (masing-masing 5 titik). Dampaknya bervariasi dari longsor, pohon tumbang, hingga jalan amblas.
Menurut Gede Teja, situasi secara keseluruhan relatif terkendali di semua lokasi tersebut. Fokus pencarian saat ini hanya terpusat di Pelaga EcoPark karena adanya korban yang belum ditemukan, sementara penanganan di titik-titik bencana lainnya telah berjalan sesuai prosedur standar kebencanaan.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendes Yandri Susanto Komitmen Atasi Stunting dari Hulu: Dampak Ekonomi, Kesehatan, hingga Target Jangka Panjang 2045

264 Pati dan Pamen Polri Dimutasi: Penyegaran Strategis untuk Hadapi Tantangan Kompleks

Modus Baru Jaringan Narkotika: Tiga Bandar Sabu di Morowali Dibekuk Gunakan Aplikasi AI 'METEOR'
