Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

AirNav Indonesia Pamerkan Inovasi Navigasi Berbasis AI di Forum Keselamatan Penerbangan AS

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

AirNav Indonesia Pamerkan Inovasi Navigasi Berbasis AI di Forum Keselamatan Penerbangan AS
BAGIKAN:

AirNav Indonesia memamerkan sejumlah terobosan teknologi navigasi penerbangan mutakhir, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dan pemantauan gangguan sinyal satelit, dalam ajang Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission (RTM) yang digagas oleh United States Trade and Development Agency (USTDA) di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, pada Selasa (27/10).

Digitalisasi Layanan untuk Wilayah Udara Kepulauan

Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menjelaskan bahwa seluruh inovasi yang dikembangkan bertujuan menjawab tantangan operasional di negara kepulauan. Mengelola dua Flight Information Region (FIR), yakni FIR Jakarta dan FIR Ujung Pandang dengan total luas wilayah pelayanan mencapai 7,79 juta kilometer persegi, perusahaan ini harus menangani sekitar 5.000 penerbangan setiap harinya. Kondisi tersebut menuntut adaptasi teknologi berkelanjutan agar fasilitas komunikasi, navigasi, dan pengawasan (CNS) tetap andal di tengah ruang udara yang semakin padat serta berbatasan langsung dengan 10 FIR negara tetangga.

Salah satu sorotan utama dalam sesi Business Briefing tersebut adalah pemaparan sistem Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE) yang mendukung pertukaran informasi penerbangan secara kolaboratif. Sistem ini sebelumnya telah didemonstrasikan pada ajang APAC TBO Pathfinder Conference di Hanoi, Vietnam, pada 23 Juli 2025. Selain itu, AirNav juga menggandeng Telkom University untuk mengembangkan penyusunan Notice to Airmen (NOTAM) berbasis AI. Teknologi ini memanfaatkan model bahasa besar guna mengubah masukan teks biasa menjadi format NOTAM yang terstandar, sehingga mempercepat distribusi informasi vital bagi komunitas penerbangan.

Pemantauan Satelit Waktu Nyata hingga Rencana Kolaborasi Global

Di sektor pemantauan, AirNav memperkenalkan GNSS Radio Frequency Interference Monitoring, sebuah sistem yang mampu mendeteksi gangguan frekuensi radio pada sinyal navigasi satelit secara waktu nyata (real-time). Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi indikasi gangguan, memetakan lokasi kejadian, dan memberikan peringatan dini demi kelancaran operasional. Pengembangan internal lainnya mencakup EMIRA sebagai sistem manajemen lalu lintas udara modular, serta teknologi ADS-B berbasis Internet of Things (IoT) untuk memperluas cakupan pengamatan penerbangan.

Zainal turut menyampaikan rencana strategis jangka panjang yang meliputi pengembangan Remote/Digital Tower untuk bandara dengan kepadatan lalu lintas rendah, riset karakteristik ionosfer ekuatorial melalui Satellite-Based Augmentation System (SBAS), serta penjajakan Transponder Landing System (TLS) untuk pendaratan presisi di area bermasalah. Program RTM yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 ini melibatkan delegasi Indonesia dan Filipina, sekaligus membuka peluang studi kelayakan, uji coba teknologi, dan peningkatan kompetensi personel bersama perusahaan-perusahaan Amerika Serikat agar standar keselamatan penerbangan nasional selaras dengan perkembangan global.

Meow! Tanya Nesi!
😸