Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

33 UMKM RI Borong Pasar Sabah: BSS 2026 Catat Lonjakan Pengunjung Jadi 100 Ribu

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

33 UMKM RI Borong Pasar Sabah: BSS 2026 Catat Lonjakan Pengunjung Jadi 100 Ribu
BAGIKAN:

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu memastikan partisipasi aktif 33 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai penjuru Indonesia dalam pameran Big Sabah Sale (BSS) 2026, yang berlangsung pada 30 Oktober–1 November 2026 di Sabah International Convention Centre, Kota Kinabalu. Langkah strategis ini dirancang untuk mengukuhkan kedekatan antarmasyarakat dan membuka akses distribusi produk Indonesia ke pasar Malaysia Timur yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan.

Pelaku UMKM tersebut berasal dari berbagai sentra produksi, meliputi provinsi di Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau, dan DKI Jakarta. Keikutsertaan ini sekaligus menandai partisipasi perdana pelaku usaha asal Sumatera Barat dalam pameran berskala di Sabah, sebuah lompatan dari pasar konvensional Kuala Lumpur dan Johor Bahru. Noorman Effendi, Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, menegaskan semangat integrasi ekonomi ini. "Kami ingin masyarakat Sabah mengenal dan merasakan langsung produk-produk UMKM Indonesia, sehingga mereka semakin akrab dengan Indonesia. Kita berasal dari akar yang sama, jadi sudah sewajarnya semakin dekat," ujar Noorman.

Distribusi Produk Unggulan dan Peluang Kemitraan Strategis

Kemudahan akses pasar tersebut ditandai dengan keberhasilan hampir separuh peserta RI dalam memulai penjajakan kerja sama distribusi melalui sesi pertemuan bisnis (*business-to-business*/B2B) yang difasilitasi KJRI. Pertemuan ini menjadi titik awal bagi penguatan jaringan pemasaran yang berkelanjutan, di mana importir setempat yang telah memasarkan produk Indonesia didorong untuk terhubung langsung dengan produsen domestik.

Keragaman komoditas yang dipamerkan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, mencakup:

  • Makanan dan minuman segar;
  • Biji kopi mentah maupun yang telah disangrai;
  • Minuman herbal dan tradisional;
  • Pakaian dan outdoor; serta;
  • Kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

KJRI menyatakan akan melanjutkan promosi melalui jejaring komunitas di Sabah serta memberikan pendampingan intensif terhadap tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin selama pameran berlangsung.

Sorotan Kunjungan dan Diplomasi Budaya yang Menanjak

Selain transaksi perdagangan, BSS 2026 menjadi panggung vital bagi diplomasi budaya. Menurut data resmi, penyelenggaraan tahun ini berhasil menarik 100.000 pengunjung, sebuah peningkatan dramatis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan 80.615 pengunjung. Lonjakan antusiasme ini membuktikan daya tarik kemasan budaya dan komersial yang ditawarkan oleh Indonesia.

Selama gelaran tersebut, KJRI Kota Kinabalu memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan keunikan seni nusantara. Para pelajar Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menampilkan Tari Saman dan Tari Genjring yang memukau. Lebih dari itu, Hennie Noer, seorang desainer asal Bandung, memanjakan mata pengunjung melalui peragaan busana muslimah yang terinspirasi dari keagungan kain tenun ikat dan songket Bali, menegaskan posisi Indonesia sebagai sumber inspirasi gaya hidup premium di kawasan Asia Tenggara.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸