Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Review Film Fjord: Mungiu Hadirkan Drama Sunyi Tentang Perebutan Hak Asuh Anak

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Review Film Fjord: Mungiu Hadirkan Drama Sunyi Tentang Perebutan Hak Asuh Anak
BAGIKAN:

Fjord, film terbaru sutradara Cristian Mungiu, menawarkan pengalaman sinematik yang lebih menyerupai dokumenter daripada drama fiksi konvensional. Meski terinspirasi dari kasus nyata perebutan hak asuh anak, narasi film ini melampaui konflik keluarga lintas negara untuk menyentuh isu struktural yang lebih luas. Mungiu secara sengaja menyerahkan kendali penafsiran kepada penonton, menolak mendikte makna, dan membiarkan audiens bergulat dengan argumen sosial yang tergambar di layar.

Struktur Narasi dan Tantangan Temporal

Secara teknik penceritaan, film ini mengadopsi pendekatan minimalis yang menempatkan penonton langsung di ambang masalah utama tanpa elaborasi latar belakang yang berlebihan. Dengan durasi 2,5 jam, alur ceritanya cenderung tenang dan statis, mirip suasana danau Norwegia yang menjadi latar visual. Pendekatan ini, ditambah minimnya dinamika sinematik dari sinematografer Tudor Vladimir Panduru, menimbulkan risiko hilangnya atensi penonton yang terbiasa dengan tempo cepat, meskipun kedalaman visual tetap terasa kuat.

  • Menampilkan kisah keluarga Gheorghiu yang berjuang mendapatkan kembali anak-anak mereka di tengah diskriminasi.
  • Menjadikan konflik keluarga sebagai metafora untuk pertarungan sudut pandang antar kelompok budaya, politik, dan agama.
  • Menonjolkan penampilan natural Sebastian Stan sebagai Mihai Gheorghiu dan Renate Reinsve, yang berakting tanpa terlihat paksa.
  • Menerapkan prinsip jurnalisme adil dengan menyajikan dua sudut pandang secara seimbang tanpa memihak satu ideologi.

Signifikansi Sosial dan Dampak Audiens

Pengalaman Mungiu sebagai mantan jurnalis termanifestasi dalam komitmen untuk memotret fenomena sosial secara netral, meskipun kecondongannya tetap terlihat secara halus. Dalam sesi pembukaan Jakarta World Cinema (JWC) 2026, Panduru menegaskan bahwa Mungiu tidak memihak dalam konflik ideologi, namun keseimbangan perspektif tetap menjadi nilai utama film ini. Bagi penonton yang mencari drama konvensional dengan emosi meledak-ledak, film ini mungkin terasa kurang stimulan. Namun, bagi mereka yang menginginkan narasi intens namun tenang, Fjord menyediakan ruang untuk refleksi mendalam tentang keputusan hidup yang menantang tradisi dan norma lingkungan.

Meow! Tanya Nesi!
😸