Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BMKG: Musim Hujan Mundur 20-30 Hari, Baru 7,6 Persen Wilayah Indonesia Diguyur Hujan

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: CNN Teknologi
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

BMKG: Musim Hujan Mundur 20-30 Hari, Baru 7,6 Persen Wilayah Indonesia Diguyur Hujan
BAGIKAN:

Baru sebagian kecil wilayah di Indonesia yang resmi memasuki musim hujan hingga dasarian pertama Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hanya 53 zona musim (ZOM) atau setara 7,6 persen dari total wilayah Tanah Air yang telah mengalami pergantian musim tersebut.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa peralihan ke musim penghujan tahun ini mengalami keterlambatan signifikan. Rata-rata awal musim hujan di seluruh penjuru negeri diproyeksikan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, yakni berkisar 20 sampai 30 hari dari jadwal normalnya.

Peta Persebaran Awal Musim Hujan

Berdasarkan pemantauan melalui akun Instagram resmi lembaga tersebut pada Selasa (13/10), kawasan yang lebih dulu menerima curah hujan meliputi sebagian besar Aceh serta Sumatra Utara. Sejumlah area terbatas di Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan juga tercatat sudah memulai fase basah ini.

Sementara itu, mayoritas wilayah lain masih harus menunggu hingga akhir tahun. Berikut rincian proyeksi awal musim hujan berdasarkan data BMKG:

  • Sebanyak 185 ZOM atau mencakup 24,66 persen wilayah daratan diperkirakan baru akan diguyur hujan pada November.
  • Area seluas 266 ZOM atau 17,31 persen dari total daratan diprakirakan memasuki musim penghujan pada Desember.

Dampak El Nino terhadap Durasi dan Intensitas Curah Hujan

Keterlambatan musim hujan ini tidak lepas dari fenomena iklim global yang terjadi bersamaan sepanjang musim kemarau tahun ini. Kombinasi antara El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) memicu kekeringan parah di berbagai daerah, bahkan beberapa lokasi masih dilanda kebakaran hutan.

Faisal menjelaskan hal tersebut saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (26/10). Menurut para ahli, kondisi kering itu menekan tingkat kelembapan permukaan tanah sehingga proses penguapan yang dibutuhkan untuk membentuk awan hujan menjadi sangat minim.

Meski datang terlambat, durasi musim hujan kali ini diprediksi berlangsung lebih singkat dibandingkan pola biasanya. Namun demikian, prakiraan menunjukkan bahwa intensitas curah hujan tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang berarti potensi turunnya hujan deras tetap mengintai sejumlah kawasan.

Meow! Tanya Nesi!
😸