Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Binance Bekukan Aset Kripto, Dugaan Peretasan Elit Korut Makin Kuat

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi & CNBC Indonesia
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Binance Bekukan Aset Kripto, Dugaan Peretasan Elit Korut Makin Kuat
BAGIKAN:

Kerentanan keamanan di ekosistem aset digital kembali teruji keras setelah Binance memutuskan untuk membekukan sementara pergerakan dana kripto. Langkah darurat ini diambil karena bursa tersebut terindikasi menjadi sasaran serangan siber yang kompleks. Dugaan investigatif langsung mengarah pada kelompok hacker elite dari Korea Utara yang diduga bertindak sebagai dalang di balik pencurian yang memungkinkan pelaku menguras wadah layanan dan mengirimkan transaksi penarikan tanpa izin.

Tim keamanan Binance mengindikasikan bahwa celah masuk awal kemungkinan besar berasal dari laptop milik salah satu insinyur di perusahaan. Akses yang berhasil dirampas ini memudahkan peretas untuk memanipulasi sistem dan menguras aset secara diam-diam saat ini sedang diproses pemulihan untuk meminimalkan kerugian para pengguna.

Bukti Teknis dari Pelaku Forensik Blockchain

Kepercayaan bahwa Pyongyang berada di balik insiden ini tidak hanya datang dari pihak Binance, tetapi juga diperkuat oleh temuan forensik digital dari berbagai perusahaan pelacak kripto independen. TRM Labs menyatakan bahwa pola serangan ini sangat identik dengan aksi peretasan berskala besar sebelumnya yang pernah dikaitkan dengan negara tersebut.

  • TRM Labs menautkan pencurian dengan "intelijen on-chain dan off-chain yang kuat" sebagai dasar penyidikannya.
  • Pangolin Intelligence, perusahaan yang berbasis di Singapura, menyimpulkan hal serupa setelah menganalisis aktivitas transaksi dan membandingkannya dengan data insiden masa lalu.
  • Chainalysis menyatakan sedang memantau secara ketat perpindahan dana hasil curian yang melintasi jaringan blockchain Bitcoin dan Ethereum.

Seorang analis dari Pangolin Intelligence memprediksi bahwa "permainan kucing-kucingan" baru saja dimulai. Analis tersebut menilai bahwa Korea Utara berpeluang tinggi memanfaatkan jaringan organisasi pencucian uang untuk mengubah aset kripto hasil curian menjadi mata uang yang dapat digunakan atau diuangkan.

Respons Aparat Keamanan dan Latar Belakang Ancaman

Investigasi tidak hanya dilakukan secara internal oleh Binance, melainkan melibatkan kolaborasi lintas batas dengan aparat penegak hukum dan perusahaan intelijen blockchain. FBI secara resmi menyatakan bahwa mereka mengetahui insiden tersebut dan tengah berkoordinasi dengan mitra dari sektor pemerintah maupun swasta untuk mengevaluasi dampak serta mengoordinasikan langkah investigasi yang diperlukan.

Ini bukan kali pertama kelompok peretas dari negara terisolasi itu menjadi sorotan global. Pada Februari 2025, mereka diduga kuat melancarkan pencurian kripto terbesar yang tercatat sebelum kejadian ini dengan menguras aset senilai US$1,5 miliar dari bursa Bybit dalam hitungan menit. Kemampuan tinggi kelompok hacker ini diketahui menjadi salah satu sumber pemasukan penting bagi negara yang memiliki senjata nuklir, terutama di tengah tekanan berbagai sanksi internasional.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ