Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Aktor Legendaris Patrick Stewart Tutup Usia Usai Diam-diam Bertarung Melawan Demensia Campuran

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Aktor Legendaris Patrick Stewart Tutup Usia Usai Diam-diam Bertarung Melawan Demensia Campuran
BAGIKAN:

Aktor kawakan yang dikenal luas lewat perannya di Star Trek dan X-Men, Patrick Stewart, meninggal dunia pada usia 86 tahun di kediamannya di kawasan Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu (28/10). Kepergian sang bintang dikonfirmasi sehari kemudian oleh perwakilan resminya, Kelly Bush Novak, yang sekaligus mengungkap fakta bahwa Stewart selama ini menjalani pertarungan sunyi melawan dua penyakit neurodegeneratif secara bersamaan.

Diagnosis Tersembunyi: Alzheimer dan Demensia Lewy Body

Sepanjang hidupnya, Stewart memilih untuk tidak mempublikasikan kondisi kesehatannya kepada publik. Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Kamis (29/10), aktor tersebut ternyata berjuang menghadapi penyakit Alzheimer serta demensia Lewy body (Lewy body dementia/LBD). Mengutip laporan People, kombinasi kedua gangguan medis ini dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah demensia campuran (mixed dementia).

Data dari Asosiasi Alzheimer menunjukkan bahwa meski gejala Alzheimer dan LBD kerap saling beririsan, keduanya merupakan jenis demensia yang berbeda namun dapat menyerang satu individu pada waktu yang sama. Asosiasi tersebut juga mencatat bahwa Alzheimer menjadi pemicu utama demensia, dengan 7,4 juta warga Amerika Serikat hidup bersama penyakit progresif ini. Sementara itu, LBD menempati posisi kedua sebagai bentuk demensia paling umum yang terjadi di masyarakat.

  • Patrick Stewart wafat pada Rabu (28/10) di Los Angeles, AS, dalam usia 86 tahun akibat komplikasi demensia campuran.
  • Sang aktor tidak pernah mempublikasikan diagnosis Alzheimer dan demensia Lewy body yang diidapnya semasa hidup.
  • Berbeda dari demensia lain, LBD lebih menonjolkan halusinasi visual dan gangguan gerak fisik menyerupai Parkinson ketimbang kehilangan memori.
  • Film terakhir Stewart sebagai Profesor X dalam Avengers: Doomsday tetap dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Desember.

Karakteristik Medis LBD dan Momen Terakhir yang Damai

Merujuk pada catatan Mayo Clinic, karakteristik LBD sangat berbeda dibandingkan gangguan kognitif lainnya karena hilangnya ingatan bukanlah gejala utamanya. Penderita LBD justru lebih sering mengalami halusinasi visual, depresi, gangguan kognitif, serta hambatan pergerakan fisik yang mirip dengan penyakit Parkinson. Dampak emosional dari penyakit ini sebelumnya turut digambarkan oleh penyanyi Faith Hill ketika ayahnya berpulang akibat LBD, di mana ia menyatakan betapa beratnya menyaksikan seseorang yang begitu dikenal perlahan berubah menjadi sosok asing.

Pengalaman serupa tentang proses panjang menghadapi penyakit neurodegeneratif juga pernah disampaikan oleh bintang Shark Tank, Barbara Corcoran. Ia melukiskan masa-masa mendampingi sang ibu yang berjuang melawan Alzheimer layaknya sebuah proses berduka yang berlangsung dalam gerakan lambat.

Di penghujung hayatnya, pihak perwakilan memastikan bahwa Stewart berpulang secara damai dan dikelilingi oleh orang-orang terkasih. Kelly Bush Novak menggambarkan suasana saat-saat terakhir sang aktor dipenuhi pelukan hangat keluarga serta sahabat, diiringi musik langsung, doa, tawa, air mata, dan berbagai emosi mendalam yang lahir dari dedikasi seumur hidupnya bagi dunia seni. Pihak keluarga menyatakan akan selalu mengenang raut damai di wajah Stewart sebagai pengingat abadi atas keanggunannya yang tak tertandingi.

Meski sang aktor telah tiada, karya terakhirnya dipastikan tetap akan menyapa para penggemar. Stewart bakal kembali tampil memerankan karakter ikonis Profesor X melalui film Avengers: Doomsday, yang dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 16 Desember mendatang.

Meow! Tanya Nesi!
😸