Syahrini Rilis Konser 'Aku Kembali' 2026, Tawarkan Medley Duet Anang hingga Lagu Surprise
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Syahrini mengumumkan persiapan konser tunggal bertajuk 'Aku Kembali' yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Penyanyi yang dikenal sebagai pelantun lagu 'Sesuatu' ini menegaskan bahwa penampilan mendatang menjadi momen kembalinya ke panggung hiburan setelah rehat selama tujuh tahun untuk fokus pada keluarga. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Pusat pada Selasa (27/10), ia membeberkan setlist yang mencakup karya dari album debut hingga duet dengan Anang Hermansyah.
Rekapitulasi Lagu dan Persiapan Panggung
Sejumlah materi musik dari perjalanan karier Syahrini dikonfirmasi akan dibawakan, termasuk medley yang sempat ditampilkannya di Pestapora bersama Adrian Khalif dan NPD. Ia menjanjikan pengulangan lagu-lagu hit dari album pertama 'My Lovely' (2008), album kedua berupa duet, dan album ketiga. Selain itu, lagu utama 'Kau yang Utama' dipastikan hadir di panggung, disertai elemen kejutan dalam bentuk lagu surprise. Dari sisi teknis, Syahrini telah mengikuti workshop untuk membahas struktur musikal dan treatment penampilan, dengan latihan bersama band dijadwalkan mulai akhir Oktober setelah finalisasi daftar lagu.
- Tanggal pelaksanaan: 1 Desember 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
- Setlist mencakup: Album 'My Lovely' (2008), album duet dengan Anang Hermansyah, dan lagu 'Kau yang Utama'.
- Status latihan: Workshop musik selesai, latihan dancing dan band dimulai akhir bulan.
- Konteks: Konser tunggal pertama setelah rehat selama tujuh tahun sejak konser 'Journey of Syahrini' pada 2018.
Keseimbangan Aktivitas Seni dan Keluarga
Di tengah persiapan konser, Syahrini menekankan pentingnya menjaga waktu bersama anaknya yang kini berusia dua tahun. Ia menyatakan keputusannya untuk tetap produktif di dunia seni beriringan dengan peran sebagai ibu, memandang momen tumbuh kembang anak sebagai periode yang cepat dan tak terulang. Menurutnya, keseimbangan ini dicapai melalui organisasi yang baik di rumah bersama suami, yang memungkinkan dirinya menjalani aktivitas kesenian tanpa mengorbankan kualitas waktu bersama keluarga. Ia menilai kemampuan perempuan untuk menyeimbangkan berbagai peran tersebut dapat tercapai melalui niat dan pengelolaan yang tepat.


