Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Selatan Pundong: BMKG Ungkap Dampak dan Potensi Dampak Sekuanta

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Selatan Pundong: BMKG Ungkap Dampak dan Potensi Dampak Sekuanta
BAGIKAN:

Sebuah gempa bumi berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang wilayah selatan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Senin sore, 27 Oktober 2026. Episenter gempa tercatat berjarak 156 kilometer dari titik pusat Pundong dengan kedalaman fokus yang cukup dangkal, sehingga guncangan terasa cukup signifikan di beberapa daerah sekitar. Pusat Pengendalian Operasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa getaran gempa tersebut berkekuatan intensitas II hingga III MMI, yang berarti getaran terasa pada orang di dalam rumah namun tidak meruntuhkan bangunan.

Berdasarkan hasil pemodelan awal, gempa bumi ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami karena sumber tektoniknya berada di darat atau laut dangkal yang tidak memiliki mekanisme subduksi vertikal yang mampu menghasilkan dislokasi massa air secara masif. Hingga pukul 18:30 WIB, tidak ada laporan kerusakan struktural parah dari posko data, meskipun beberapa warga di sekitar episenter dilaporkan memilih tempat aman di luar rumah untuk menghindari potensi gempa susulan yang masih berpeluang terjadi.

Analisis Pakar Geofisika

Secara tektonik, wilayah selatan Pundong dan sekitarnya bertumpu pada interaksi kompleks antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang melibatkan sistem palung Sulawesi dan Zona Sesar Palu-Koro. Aktivitas seismik di zona ini sering kali dipengaruhi oleh pembebanan tektonik di zona subduksi (Sesam) serta pergerakan patahan darat yang saling berpotongan. Sejarah kegempaan daerah ini menunjukkan bahwa magnitudo 4,9 termasuk kategori menengah yang merupakan pelepasan energi rutin dari akumulasi tegangan lokal. Potensi gempa susulan akan bergantung pada apakah patahan utama yang bekerja memiliki mekanisme geser atau dip; jika mekanisme geser, susulannya biasanya kecil dan cepat mereda, namun jika terkait dengan subduksi dangkal, dapat berlanjut lebih lama. Risiko tsunami tetap minim selama tidak ada perubahan bentuk dasar laut secara vertikal yang signifikan pada zona sumber gempa tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ