Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Gempa 5,4 Skala Richter Guncang Selatan Jawa, BMKG Pastikan Dampak Lokal Terbatas

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa Gempa 5,4 Skala Richter Guncang Selatan Jawa, BMKG Pastikan Dampak Lokal Terbatas
BAGIKAN:

Wilayah selatan Jawa kembali diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,4 magnitudo pada Senin, 27 Oktober 2026, pukul 17:44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melokalisasi episenter gempa berada di koordinat laut, tepatnya 128 kilometer di selatan Kabupaten Pundong, dengan kedalaman hiposenter sekitar 50 kilometer. Getaran kuat yang dirasakan di area pesisir selatan Jawa tidak menimbulkan kerusakan struktural mayor pada bangunan maupun infrastruktur, namun sejumlah warga melaporkan guncangan singkat yang cukup signifikan, memicu kepanikan sementara di beberapa titik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Abdul Muhaimin, menyatakan bahwa hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum atau korban jiwa di lokasi kejadian. Meskipun magnitudo masuk dalam kategori sedang, lokasi episenter yang berada di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia serta kedalaman yang tergolong menengah menyebabkan energi seismik terdisipasi di lapisan mantel, sehingga intensitas guncangan di permukaan relatif teredam. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.

Analisis Pakar Geofisika

Secara geologis, wilayah ini merupakan bagian dari zona subduksi aktif yang membentuk busur gunung api Jawa. Aktivitas seismik yang terjadi umumnya berkaitan dengan interseksi lempeng, di mana Lempeng Indo-Australia bergerak menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 5,6 hingga 6,7 sentimeter per tahun. Proses ini menghasilkan akumulasi tegangan elastik yang dilepaskan secara periodik berupa gempa bumi. Potensi tsunami dari gempa berkekuatan 5,4 magnitudo pada kedalaman 50 kilometer secara ilmiah dinilai sangat rendah atau dapat diabaikan, mengingat energi vertical displacement yang diperlukan untuk memicu gelombang tsunami umumnya berasal dari gempa dangkal (kedalaman kurang dari 70 km) dengan kekuatan minimal 7,0 magnitudo atau lebih, atau terkait gerakan patahan vertikal yang signifikan. Gempa susulan, di sisi lain, tetap mungkin terjadi sebagai mekanisme pelepasan tegangan residual di sekitar patahan utama, namun umumnya akan menunjukkan tren amplitudo yang menurun seiring waktu (bauran seismik). Pemantauan jaringan stasiun seismik otomatis BMKG akan tetap dilakukan secara real-time untuk memetakan migrasi fokus gempa dan memastikan kondisi stabilitas seismik regional.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ