China Dorong Tata Kelola Baru Cegah Luar Angkasa Jadi Medan Perang

Beijing memperingatkan bahwa ketiadaan regulasi yang memadai dapat mengubah orbit menjadi arena konflik militer baru. Melalui dokumen resmi bertajuk China's Position on Strengthening Outer Space Governance, pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa hukum internasional saat ini telah tertinggal jauh dibandingkan kecepatan kemajuan teknologi dan eskalasi aktivitas eksplorasi antariksa.
Dokumen yang dirilis pada Jumat (23/10) dan dilansir dari Xinhua ini menekankan bahwa penguatan tata kelola global bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab mendesak bersama seluruh negara. China menilai bahwa risiko perlombaan senjata dan kecenderungan menjadikan ruang angkasa sebagai medan pertempuran merupakan ancaman paling serius bagi keamanan sektor ini.
Prinsip Dasar dan Mekanisme Kerja Sama
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Beijing mengusulkan enam prinsip utama yang harus dipegang oleh setiap negara: menjaga nilai kemanusiaan, menjunjung kesetaraan kedaulatan, mematuhi hukum internasional, menerapkan multilateralisme, serta mengedepankan pendekatan yang berpusat pada manusia dan berorientasi pada tindakan. Tujuannya adalah membangun komunitas dengan masa depan bersama demi kepentingan semua pihak.
- Implementasi Agenda Space2030: China mendorong pelaksanaan agenda PBB ini dengan fokus pada pengembangan kapasitas dan akses teknologi yang merata bagi seluruh negara.
- Kerja Sama Riset: Didorongnya penelitian bersama secara bilateral, regional, maupun internasional untuk mempercepat pemanfaatan teknologi antariksa, termasuk untuk mitigasi bencana dan perubahan iklim.
- Patuh pada Outer Space Treaty: Setiap negara wajib mematuhi prinsip keamanan dan transparansi, serta menghindari perancangan regulasi yang bersifat diskriminatif atau eksklusif.
Secara keseluruhan, dokumen ini menyerukan pembentukan mekanisme tata kelola yang terbuka, adil, dan efektif berdasarkan partisipasi luas. Dengan menempatkan luar angkasa sebagai milik seluruh umat manusia, China berharap aktivitas di orbit dapat tetap terkendali dan tidak tereskalasi menjadi konflik geopolitik yang berbahaya.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Chip Merah Putih, Ekosistem Desain dan Riset Jadi Fokus Utama
