Panduan Menyimpan Tempe di Kulkas dan Freezer agar Tidak Cepat Asam
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Tempe yang dibiarkan pada suhu ruang, terutama saat cuaca panas, rentan mengalami perubahan rasa menjadi asam, beraroma menyengat, atau bertekstur terlalu lunak. Menurut informasi dari KapanLagi, kondisi tersebut terjadi karena proses fermentasi terus berlangsung. Agar kualitas tempe tetap terjaga, penyimpanan perlu disesuaikan dengan rencana waktu pengolahan.
Jika tempe akan dimasak dalam kurun satu hingga tiga hari, penyimpanannya sebaiknya dilakukan di lemari es dengan suhu sekitar 4°C atau lebih rendah. Suhu dingin ini berfungsi memperlambat aktivitas mikroorganisme penyebab fermentasi. Sebelum dimasukkan ke kulkas, tempe perlu diletakkan dalam wadah bersih dan kering atau dibungkus menggunakan kertas yang aman untuk makanan.
Kelembapan berlebih dapat mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, tempe yang baru dibeli dalam kondisi hangat tidak boleh langsung dibungkus rapat dengan plastik karena memicu terbentuknya embun. Biarkan suhunya turun terlebih dahulu di tempat bersih yang terhindar dari sinar matahari langsung, lalu segera simpan di kulkas tanpa membiarkannya terlalu lama berada pada suhu ruang.
Selama di dalam lemari es, tempe harus dipisahkan dari bahan makanan beraroma tajam seperti daging atau ikan mentah. Penggunaan wadah berbeda bertujuan mencegah kontaminasi silang sekaligus menjaga tempe agar tidak menyerap aroma menyengat dari bahan lain.
Untuk penyimpanan jangka panjang ketika tempe belum akan dimasak dalam beberapa hari, pembekuan bisa menjadi pilihan. Tempe dapat dipotong sesuai kebutuhan memasak, kemudian dimasukkan ke dalam wadah khusus freezer atau kantong pembeku yang tertutup rapat. Saat akan digunakan, pencairan sebaiknya dilakukan di dalam kulkas agar suhunya tetap terjaga.
KapanLagi mencatat bahwa tempe segar umumnya dapat bertahan sekitar 3–5 hari di kulkas, bergantung pada kesegaran awal dan kondisi penyimpanannya. Angka tersebut merupakan perkiraan, bukan jaminan keamanan mutlak.
Pembaca disarankan memeriksa kondisi fisik tempe sebelum mengolahnya. Tempe yang masih baik memiliki aroma fermentasi khas yang tidak menyengat, biji kedelai menyatu, dan permukaan relatif padat. Bercak putih adalah bagian normal dari pertumbuhan kapang. Namun, tempe yang sudah berlendir, berwarna merah muda atau kehijauan, serta berbau busuk sebaiknya tidak dikonsumsi, dan pemasakan tidak dapat dijadikan cara untuk mengatasi tanda kerusakan tersebut.


