Karakter Upin Ipin Kritik Kabut Asap Karhutla, Kemenkes Catat 314.124 Kasus ISPA
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Akun resmi karakter animasi Upin dan Ipin setidaknya lima kali menyinggung isu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sejak September 2026. Puncak protes tersebut terjadi pada awal pekan ini melalui unggahan poster bertuliskan "Udara bersih hak semua" yang disertai tagar tuntutan agar Asia Tenggara bebas dari kabut asap.
Lewat keterangan unggahannya, akun tersebut meminta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan menghentikan pembakaran terbuka demi masa depan anak-anak. Karakter lain dalam serial itu, Ehsan Intan Payung, juga mengungkapkan melalui Instagram pada Sabtu (17/10) bahwa rutinitas olahraganya terganggu sehingga ia terpaksa berada di dalam rumah demi kesehatan.
Selain menyuarakan kritik, tim pengelola akun animasi tersebut membagikan panduan perlindungan diri dari kabut asap. Panduan itu memuat lima langkah pencegahan, yakni menghindari paparan sinar matahari langsung, memperbanyak minum air putih, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memakai masker saat berada di luar ruangan, serta menjaga kebersihan diri. Mereka turut membagikan ulang potongan episode lama yang mengedukasi penonton cilik tentang bahaya jerebu dan pemicunya.
Respons dari karakter fiksi asal Malaysia ini muncul ketika kabut asap karhutla masih menyebar di wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dampak nyata dari bencana ini tercatat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang melaporkan 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode 20 Agustus-20 Oktober 2026.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Jumat (23/10), data tersebut mencakup 7 provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak karhutla. Dari total kasus, sebanyak 243.234 dialami kelompok usia di atas lima tahun, sementara 70.890 kasus menimpa anak usia di bawah lima tahun atau balita.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 82.177 kasus. Posisi berikutnya ditempati Kalimantan Selatan dengan 78.894 kasus, Kalimantan Barat sebanyak 55.686 kasus, dan Riau dengan 36.433 kasus.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Kumpulan Kutipan Bijak untuk Menata Ulang Harapan dan Menemukan Ketenangan Hati

Lima Desa Wisata Indonesia Raih Penghargaan UN Tourism, Standar Global

Michael Mann Terluka Setelah Senjata Api Meletus di Lapangan Tembak
