Dua Tentara Israel Bunuh Diri dalam Selang Satu Jam Usai Bertugas di Gaza
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dua tentara Israel dilaporkan mengakhiri hidup mereka dalam selisih waktu satu jam pada Kamis (22/10) malam waktu setempat, setelah ditugaskan di Jalur Gaza. Menurut laporan media berbahasa Ibrani yang dikutip CNN Internasional, satu personel meninggal di Netanyah, utara Tel Aviv, sementara satu lainnya ditemukan bunuh diri di wilayah selatan Israel.
Kedua kejadian tersebut menambah deretan kasus bunuh diri di kalangan militer Israel sejak negara itu melancarkan operasi militer ke Palestina pada Oktober 2023. Media Israel Haaretz melaporkan jumlah tentara yang bunuh diri sepanjang tahun ini mencapai 21 orang, hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelum agresi yang mencatat 12 kasus.
Data dari komite parlemen Israel pada Oktober menunjukkan 279 tentara mencoba bunuh diri dalam rentang Januari 2024 hingga Juli 2025, meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Laporan itu juga menjabarkan bahwa tentara tempur mencakup 78 persen dari seluruh kasus bunuh diri di Israel pada 2024.
Kementerian Pertahanan Israel pada Januari lalu mencatat hampir 40 persen kasus post traumatic stress disorder (PTSD) di kalangan tentara sejak September 2023. Kementerian juga melaporkan 60 persen dari 22.300 tentara atau personel yang dirawat karena luka perang mengalami sindrom pasca trauma. Angka PTSD ini diperkirakan bakal meningkat hingga 180 persen pada 2028, menurut kutipan Reuters.
Penyedia layanan kesehatan terbesar kedua di Israel, Maccabi, melaporkan 39 persen anggota militer yang menjalani perawatan mengalami masalah mental, dan 26 persen lainnya mencari informasi serta mengkhawatirkan soal depresi. Risiko bunuh diri atau tindakan melukai diri sendiri disebut meningkat jika trauma tidak segera diobati.
Menanggapi lonjakan angka tersebut, pemerintah Israel memperluas layanan kesehatan bagi personel yang menghadapi masalah mental, meningkatkan anggaran, serta menaikkan 50 persen penggunaan pengobatan alternatif. Berbagai studi di Israel menunjukkan bahwa perang berdampak buruk terhadap kesehatan mental para tentara yang dikerahkan untuk memenuhi target Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gaza, yakni melenyapkan Hamas, membebaskan sandera, dan melucuti senjata milisi Hizbullah di Lebanon.
Sementara itu, operasi militer Israel sejak Oktober 2023 telah menggempur objek sipil seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, hingga kamp pengungsian. Akibatnya, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas, ratusan ribu lainnya luka-luka, dan jutaan orang terpaksa mengungsi. Para spesialis kesehatan mental turut melaporkan warga Palestina mengalami trauma psikologis berat, termasuk anak-anak yang sering bermimpi buruk hingga kehilangan fokus.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senjata 'Pasukan Lula': Strategi Gerilya Media Sosial yang Membalikkan Arah Pilpres Brasil

Gebrakan Global: 33 Negara Perintahkan Warga Stok Bahan Darurat Hadapi Ancaman Siber dan Cuaca

Guncangan Ganda India: Siklon Murasu Ancam Pemulihan Pasca-Arnab, 30.000 Warga Dievakuasi
