Airlangga Laporkan Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Tertinggi di G20 dalam Sidang Kabinet

Ekonomi & Pasar
Dian KusumaDian Kusuma
Sumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Airlangga Laporkan Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Tertinggi di G20 dalam Sidang Kabinet
BAGIKAN:

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Rabu (21/10/2026). Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden yang dirilis Jumat (23/10/2026), capaian tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan global sebesar 3% dan menjadi yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20 serta salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Airlangga memaparkan bahwa tekanan inflasi masih terkendali pada level 3,28%, berada dalam rentang sasaran pemerintah yakni 2,5% plus minus 1%. Ia menjelaskan sedikit kenaikan inflasi berasal dari sektor pertanian, khususnya komoditas cabai merah dan cabai keriting. Di sisi produksi, aktivitas manufaktur menunjukkan penguatan dengan Indeks Purchasing Managers Index (PMI) naik ke angka 52,4, menandakan sektor tersebut berada dalam zona ekspansi karena berada di atas level 50.

Kinerja perdagangan luar negeri juga mencatatkan surplus sebesar US$7,25 miliar. Kondisi ini sejalan dengan tingkat optimisme masyarakat yang tercermin dari indeks kepercayaan konsumen di level 118,1.

Menurut laporan Airlangga, tingkat pengangguran turun ke posisi terendah sejak 1994, yakni 4,65%, sementara rasio gini membaik menjadi 0,368. Dari sisi fiskal, defisit APBN dijaga pada level 1,25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah.

Pada sektor moneter dan keuangan, suku bunga acuan BI Rate ditahan di level 5,75%. Yield surat berharga negara tenor 10 tahun tercatat sebesar 7,21%. Cadangan devisa mencapai US$146,3 miliar, yang menurut Airlangga cukup untuk membiayai kebutuhan impor selama 6,5 bulan.

Sektor perbankan menunjukkan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 13,65%, diikuti peningkatan Dana Pihak Ketiga sebesar 10,94%. Rasio kecukupan modal perbankan berada di level 24,10 dengan rasio kredit macet yang relatif kecil pada angka 2,11%.

Meow! Tanya Nesi!
😸