Novel Sally Rooney Ditarik dari Peredaran di Inggris Imbas Dukungan untuk Palestine Action
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Penerbit Faber & Faber resmi menghentikan distribusi seluruh novel karya penulis Irlandia, Sally Rooney, di wilayah Inggris. Keputusan yang diumumkan pada Rabu (14/10) ini diambil setelah Rooney berencana menyalurkan royalti penjualan bukunya kepada Palestine Action, kelompok pro-Palestina yang telah dilabeli sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Inggris sejak Juli 2025.
Faber & Faber menyatakan bahwa penarikan tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan sang penulis. Meskipun demikian, penerbit memastikan penjualan karya Rooney di negara-negara lain tetap berjalan normal. Menurut keterangan penerbit, Undang-Undang Antiterorisme yang berlaku di Inggris membuat mereka tidak dapat mencairkan pendapatan buku kepada Rooney karena aliran dana tersebut akan menyasar ke kelompok yang dilarang. Pihak penerbit menilai situasi di mana mereka menjual karya seorang penulis namun tidak bisa meneruskan penghasilannya adalah hal yang tidak masuk akal.
Rooney diketahui sudah menyadari risiko dari keputusannya. Ia sebelumnya menyerahkan kesaksian tertulis ke Pengadilan Tinggi London untuk mendukung gugatan hukum atas pelarangan Palestine Action. Penulis novel Normal People itu menyatakan kesiapannya menerima segala konsekuensi dan berupaya jujur kepada publik mengenai keyakinan serta niatnya.
Langkah penarikan buku tersebut memicu protes dari sejumlah figur publik. Dua pemeran utama dalam adaptasi serial Normal People, Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones, ikut menandatangani surat terbuka yang membela Rooney. Dalam surat yang diberitakan Deadline pada Kamis (22/10), keduanya mengecam penyensoran tersebut dan mendesak pemerintah Inggris mengubah undang-undang yang dianggap kelewat batas dalam mengekang kebebasan berekspresi. Mereka menegaskan bahwa Rooney adalah seorang penulis, bukan teroris, dan menuntut agar buku-bukunya kembali tersedia untuk publik.
Kontroversi ini berkaitan erat dengan status hukum Palestine Action. Kelompok yang kerap menyasar perusahaan pertahanan berafiliasi dengan Israel itu resmi dilarang pemerintah Inggris sebulan setelah insiden pembobolan pangkalan Royal Air Force (RAF) di Brize Norton. Sejak penetapan status teroris tersebut, aparat tercatat menahan lebih dari 3.000 orang karena memegang poster dukungan untuk kelompok itu. Proses hukum terkait masih bergulir, dengan upaya banding dari salah satu pendiri Palestine Action, Huda Ammori, dijadwalkan disidangkan di Mahkamah Agung bulan depan.
Penarikan karya Rooney memberikan dampak signifikan bagi pasar literasi Inggris mengingat tingginya angka penjualan buku-buku sang penulis. Novel Normal People tercatat telah terjual lebih dari 1.000.000 kopi di Inggris. Sementara itu, dua novel lainnya, Conversations With Friends dan Beautiful World, Where Are You, masing-masing laku di atas 500 ribu kopi.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
