Kreator China Buat Hoverboard Bermesin Listrik Berbekal Asisten AI, Sukses Melintasi Sungai Yangtze
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Seorang konten kreator asal China bernama Song Xingyu, yang dikenal dengan nama Amazing Ayu di media sosial, berhasil menerbangkan papan terbang (hoverboard) buatannya sendiri. Proyek yang terinspirasi dari kendaraan Green Goblin dalam film Spider-Man ini diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan dan diuji coba di Badong, Provinsi Hubei.
Pembuatan hoverboard tersebut tidak langsung berjalan mulus. Menurut keterangan dalam video YouTube @AmazingAyu66 yang ditayangkan pada Jumat (16/10), versi pertama menggunakan 5 mesin turbojet yang mengandalkan tekanan gas panas hasil pembakaran. Mesin itu diklaim mampu mencapai kecepatan 1.000 kilometer per jam dan diperkirakan sanggup mengangkut 3 orang sekaligus. Namun, pengujian berakhir gagal karena posisi mesin terlalu berdekatan dan ujung corong terlalu dekat dengan tanah, sehingga gas panas dari saluran pembuangan kembali terhisap ke saluran masuk dan memicu kebakaran.
Kegagalan tersebut mendorong Ayu untuk memasukkan data uji coba ke agen kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan saran AI, ia beralih menggunakan konsep berbasis listrik yang mirip dengan drone. Versi kedua ini memakai 10 unit penggerak yang masing-masing menghasilkan gaya dorong sebesar 30 kilogram dengan arus puncak 2.000 ampere.
Meski lebih aman dan kuat, tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan di udara. Ayu mengaku kesulitan merasakan arah condong tubuhnya saat melayang. Untuk mengatasi hal ini, ia memasang ponsel pintar bersensor giroskop pada hoverboard guna merekam data rotasi. Data tersebut dikirim secara real-time ke ponsel lain di pergelangan tangannya, lalu sistem AI memberikan arahan suara melalui earphone selama latihan.
Setelah berlatih lebih dari 10 hari dengan bantuan asisten digital tersebut, Ayu melakukan uji coba di luar ruangan. Ia berhasil menerbangkan hoverboard menyusuri jalanan kota, melintasi Sungai Yangtze, hingga melewati ngarai sungai.
Ayu mempelajari mekanik, kontrol penerbangan, dan AI secara otodidak. Melalui videonya, ia meminta penonton untuk tidak meniru aksi berbahaya tersebut, sekaligus menyatakan bahwa AI dapat menjadi mitra yang membantu manusia melampaui batas kemampuannya jika digunakan dengan tepat.
BERITA TERKAIT (Teknologi)
