Polri Kerahkan Brimob Lintas Daerah dan Armored Water Cannon Padamkan Karhutla Sumsel-Kalteng

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polri Kerahkan Brimob Lintas Daerah dan Armored Water Cannon Padamkan Karhutla Sumsel-Kalteng
BAGIKAN:

Polri menerjunkan personel tambahan Korps Brigade Mobil (Brimob) dari sejumlah daerah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang membutuhkan penanganan intensif. Pengerahan lintas provinsi ini melibatkan ratusan personel beserta peralatan berat seperti Armored Water Cannon guna memadamkan api sebelum meluas ke permukiman warga.

Satuan Brimob Polda Lampung memberangkatkan enam personel beserta dua unit kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membantu Polda Sumatera Selatan melalui tugas bantuan kendali operasi (BKO), Sabtu (17/10). Enam personel Satbrimob Polda Lampung itu terdiri atas empat operator kendaraan AWC dan dua pengemudi. Kendaraan tersebut menjadi bagian dari dukungan sarana operasional untuk membantu penanganan kebakaran di lapangan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir mengatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat dukungan operasional dalam penanganan karhutla, termasuk melalui penambahan personel dan peralatan sesuai kebutuhan di lapangan. "Polri mengerahkan personel dan sarana pendukung dari berbagai satuan kewilayahan untuk membantu penanganan karhutla sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemadaman, meningkatkan kesiapsiagaan, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan," ujar Johnny.

Gelombang pengiriman pasukan sudah dimulai beberapa hari sebelumnya. Pada Kamis (15/10), Polri telah mengerahkan 200 personel tambahan dari Pasukan Brimob I Korbrimob Polri untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Sehari berselang, Jumat (16/10), Polda Nusa Tenggara Barat mengirimkan 200 personel Brimob untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Polri menyesuaikan penempatan personel dan pelaksanaan tugas dengan kebutuhan serta kondisi di setiap wilayah.

Dukungan lintas satuan tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dan membantu petugas menangani kebakaran sebelum meluas. Selain mengerahkan personel, Polri mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api kepada petugas. Partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas instansi dinilai penting untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, mempercepat penanganan, serta mengurangi dampak karhutla terhadap lingkungan dan aktivitas warga.

Analisis Redaksi

Pengerahan 406 personel Brimob berikut kendaraan taktis AWC dalam rentang tiga hari menunjukkan eskalasi ancaman karhutla yang serius di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Penggunaan kendaraan lapis baja penyemprot air menandakan medan kebakaran sudah terlalu ekstrem bagi tim darat konvensional. Langkah BKO lintas polda ini juga membuktikan bahwa sumber daya lokal di kedua provinsi tersebut sudah kewalahan menahan laju api.

Fokus operasi terpusat di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah mengonfirmasi bahwa dua wilayah ini tetap menjadi episentrum rawan kebakaran tahunan. Pengiriman 200 personel dari NTB ke Kalteng, serta gabungan pasukan Korbrimob dan Lampung ke Sumsel, memperlihatkan pola redistribusi kekuatan nasional yang jarang terjadi di luar situasi darurat. Tanpa intervensi masif semacam ini, potensi kabut asap lintas batas akan langsung mengancam kesehatan jutaan warga.

Imbauan Polri agar masyarakat berhenti membuka lahan dengan cara membakar menyiratkan fakta pahit: faktor manusia masih menjadi pemicu utama. Sebanyak apa pun personel Brimob yang diturunkan, pemadaman hanya akan menjadi pekerjaan sia-sia jika pembakaran lahan terus berlangsung. Penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran harus berjalan beriringan dengan operasi pemadaman. Tanpa itu, siklus tahunan ini hanya akan terus berulang dan menghabiskan anggaran negara secara percuma.

Meow! Tanya Nesi!
😸