Munafri Arifuddin Hadirkan RISE di Forum Internasional untuk Solusi Permukiman Tak Formal

Berita Daerah
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Munafri Arifuddin Hadirkan RISE di Forum Internasional untuk Solusi Permukiman Tak Formal
BAGIKAN:

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi memperkenalkan program Revitalising Informal Settlements and Their (RISE) dalam forum internasional. Langkah ini diambil untuk mengajukan model penanganan permukiman kumuh berbasis pemberdayaan warga. Kebijakan tersebut diproyeksikan menjadi acuan tata kota nasional dalam mengurai masalah urbanisasi ekstrem. Fokus utama program ini adalah transformasi kawasan padat menjadi hunian layak huni secara bertahap.

Dalam presentasi di panggung global tersebut, Munafri menekankan pendekatan humanis yang mengutamakan eksistensi warga. Ia menolak kebijakan penggusuran massal yang kerap terjadi di kota besar Indonesia. Sebagai gantinya, RISE menawarkan skema peningkatan infrastruktur dasar secara partisipatif. Dampak langsungnya diharapkan dapat menekan angka kemiskinan kota secara struktural dan berkelanjutan.

Strategi ini bukan sekadar wacana baru, melainkan kelanjutan dari komitmen pemerintah kota dalam tahun-tahun sebelumnya. Munafri menunjukkan bahwa data lapangan menunjukkan korelasi positif antara sanitasi memadai dan kesehatan warga. Dengan memaparkan hasil pilot project di beberapa kelurahan, ia meyakinkan delegasi internasional. Kepercayaan ini penting untuk membuka peluang pendanaan dan transfer teknologi dari mitra luar negeri.

Bagi publik, keberhasilan RISE berpotensi mengubah wajah permukiman di pinggiran kota Makassar. Masyarakat yang sebelumnya tinggal di bantaran sungai atau area kritis akan mendapat akses hukum atas lahan. Ini menandai pergeseran paradigma dari pengusiran menjadi integrasi sosial ekonomi. Jangkauan program ini diprediksi akan memperluas cakupan pelayanan dasar yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Keikutsertaan dalam forum internasional juga membuka jalur diplomasi teknis antar kota sebanding. Makassar kini posisikan sebagai pelopor inovasi tata kelola ruang non-permian di Asia Tenggara. Keberhasilan pelaksanaan di lapangan akan menjadi penentu reputasi global kepemimpinan daerah. Jika terimplementasi dengan benar, model ini bisa diadopsi oleh kota lain yang menghadapi tantangan demografis serupa.

Analisis Redaksi

Pemilihan forum internasional sebagai panggung peluncuran bukan tanpa tujuan strategis. Munafri sedang membangun legitimasi kebijakan lokal dengan dukungan eksternal. Ini adalah taktik cerdas untuk mengunci komitmen anggaran dan menghindari intervensi politik lokal yang sering menghambat program sosial. Namun, tantangan terbesarnya ada pada pelaksanaan teknis di lapangan yang seringkali terfragmentasi.

Wartawan perlu mewaspadai potensi kesenjangan antara narasi global dan realitas mikro di tingkat RW. Apakah warga lokal benar-benar dilibatkan dalam desain solusi, atau sekadar menjadi objek revitalisasi? Keberlanjutan RISE sangat bergantung pada tata kelola keuangan daerah yang transparan. Jika terjadi kebocoran dana, citra positif yang dibangun di forum internasional bisa rusak total.

Langkah selanjutnya yang logis adalah pembentukan komite pengawas independen yang melibatkan akademisi dan aktivis hak asasi. Transparansi data penerima manfaat harus dibuka ke publik secara berkala. Tanpa mekanisme akuntabilitas yang kuat, program ambisius ini berisiko menjadi sekadar proyek mercusuar politik yang tidak menyentuh akar masalah permukiman kumuh.

Meow! Tanya Nesi!
😸