Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Meutya Hafid Apresiasi Raline Shah Usai Mundur dari Stafsus Komdigi

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Nasional
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Meutya Hafid Apresiasi Raline Shah Usai Mundur dari Stafsus Komdigi
BAGIKAN:

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan penghormatan serta apresiasi mendalam atas keputusan Raline Shah yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Melalui keterangan resminya, Meutya menegaskan bahwa pihaknya tetap berterima kasih atas dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia, meskipun sang aktris tersebut memilih untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya di industri hiburan.

"Kami mengapresiasi kontribusi Raline selama menjalankan tugasnya di Kementerian dan menghormati keputusannya untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya. Kami tetap berterima kasih atas dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia," ujar Meutya. Ia menambahkan, Raline juga tetap berkomitmen untuk membantu kelancaran proses transisi tanggung jawab serta penyelesaian berbagai program dan kegiatan yang masih berjalan di Komdigi.

Raline Shah menjelaskan bahwa keputusan pelepasan jabatan ini diambil setelah mempertimbangkan secara cermat berbagai komitmen personal dan profesionalnya yang terus berkembang. Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Staf Khusus, Raline mengaku sangat bersyukur atas kesempatan dan pengalaman yang telah ia dapatkan selama mengabdi sejak Januari 2025. "Saya sangat bersyukur atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengabdi. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti, dan saya merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan profesional saya," kata Raline.

Selama bertugas sebagai Stafsus Menkomdigi, Raline tercatat aktif memperkuat jaringan kemitraan global, mendorong edukasi dan literasi digital masyarakat, serta mengawal berbagai inisiatif keselamatan digital anak. Salah satu fokus pengawalannya yakni edukasi implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS terkait tata kelola sistem elektronik dalam perlindungan anak. Peran ini menunjukkan keterlibatan langsung seorang figur publik dalam teknis regulasi digital yang bersifat spesifik dan sensitif.

Pergantian di posisi staf khusus ini menandai berakhirnya fase awal di mana figur selebritas dilibatkan secara intensif dalam strategi komunikasi publik Kementerian Komdigi. Komitmen Raline untuk membantu transisi menjadi krusial mengingat kompleksitas program yang harus diselesaikan. Publik kini menantikan siapa pengganti yang akan mengisi kursi strategis ini dan bagaimana keberlangsungan inisiatif edukasi digital yang telah dicanangkan akan dieksekuti oleh tim baru di lingkungan kementerian.

Analisis Redaksi

Penurunan jabatan Raline Shah membuka ruang diskusi mengenai efektivitas dan keberlanjutan penggunaan figur hiburan sebagai staf khusus di lembaga negara. Meskipun awal masa jabatannya sejak Januari 2025 dinilai membawa daya tarik publik terhadap isu-isu seperti literasi digital dan keselamatan anak, keberlanjutan program sangat bergantung pada institusionalisasi kebijakan, bukan sekadar kehadiran individu. Jika fokus utama kementerian tetap pada infrastruktur dan regulasi teknis, transisi kepemimpinan di posisi stafsus ini harus diukur dari kemampuan penerus untuk mempertahankan momentum yang telah dibangun.

Dari sisi tata kelola internal, komitmen Raline membantu penyelesaian program berjalan adalah prosedur standar, namun menggeser pertanyaan kunci tentang keberlanjutan PP TUNAS. Apakah inisiatif edukasi terkait tata kelola sistem elektronik ini sudah terintegrasi kuat ke dalam kurikulum atau dinas-dinas terkait di bawah Komdigi, atau masih sangat bergantung pada jaringan personal Raline? Jika masih bersifat personal, maka hilangnya figur tersebut berisiko melemahkan advokasi kebijakan di tingkat publik. Redaksi memandang bahwa evaluasi kinerja harus dilakukan secara objektif untuk memastikan tidak ada 'kematian program' seiring dengan pergantian personel di posisi yang bersifat representatif ini.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ