Menpora Erick Thohir Tekankan Transparansi untuk Cegah Dualisme di Pemuda

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Sumber: Antara News
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Menpora Erick Thohir Tekankan Transparansi untuk Cegah Dualisme di Pemuda
BAGIKAN:

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir secara tegas mendorong penerapan transparansi penuh dalam setiap proses pemilihan kepemimpinan organisasi pemuda. Langkah ini diambil sebagai benteng utama guna mencegah munculnya dualisme yang kerap memecah belah organisasi. Bagi Erick, kejelasan prosedur adalah kunci menjaga soliditas.

Dalam forum Indonesia Sports Summit 2026, Menpora menekankan bahwa praktik pemilihan yang tertutup atau tidak akuntabel menjadi akar masalah di berbagai wadah pemuda. Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan strategis harus bisa dipertanggungjawabkan secara publik. Transparansi bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak anggota untuk memilih dan dipilih.

Dualisme organisasi sering terjadi akibat ambiguitas dalam mekanisme regenerasi kepemimpinan. Ketika tidak ada aturan main yang jelas, ruang untuk interpretasi sepihak menjadi lebar. Hal ini menciptakan potensi konflik yang merugikan program kerja di lapangan. Organisasi yang sehat membutuhkan struktur kepengurusan yang tunggal dan diakui luas.

Pendekatan Erick Thohir ini menjadi sinyal bahwa Kemenpora tidak akan tinggal diam menghadapi organisasi yang kehilangan integritas. Pemerintah pusat akan lebih mengawasi keabsahan hasil munas atau musyawarah. Konsekuensi hukum dan administratif siap menanti bagi yang melanggar prinsip kesatuan organisasi.

Bagi para aktivis pemuda, pesan ini adalah peringatan dini sekaligus panduan. Mereka dituntut untuk meningkatkan literasi organisasi dan kepatuhan terhadap AD/ART. Masyarakat juga akan lebih kritis melihat siapa yang sebenarnya memegang mandat sah. Kepercayaan publik terhadap gerakan pemuda bergantung pada betapa bersihnya proses internal mereka.

Analisis Redaksi

Dorongan transparansi dari Menpora menandakan pergeseran paradigma pengawasan dari pasca-peristiwa menjadi pencegahan dini. Selama ini, dualisme sering terjadi karena pengawasan pemerintah terbelakang dibanding dinamika internal organisasi. Dengan menekankan akuntabilitas pemilihan, pihak Kemenpora mencoba menutup celah hukum yang sering dimanfaatkan oleh kubu-kubu rival.

Perlu diwaspadai bahwa tanpa disertai sanksi tegas, anjuran ini bisa jadi sekadar retorika. Diperlukan instrumen regulasi yang mengikat agar organisasi yang melanggar prinsip kesatuan benar-benar kehilangan akses terhadap pendanaan negara. Jika tidak, dualisme akan terus berulang dari waktu ke waktu.

Ke depan, kemungkinan besar akan ada pemetaan ulang organisasi pemuda di bawah naungan negara untuk memastikan tidak ada tumpang tindih peran. Ini langkah logis sebelum implementasi kebijakan baru. Stabilitas organisasi menjadi prasyarat agar program pemuda benar-benar berdampak pada pembangunan nasional.

Meow! Tanya Nesi!
😸