Gempa M4,5 Guncang Wilayah Tambolaka, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada Potensi Gempa Susulan
Gempa bumi dengan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah perairan sekitar Tambolaka, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 13 Oktober 2026, pukul 12:48:28 WIB. Menurut data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 10,22° LS dan 119,35° BT, tepatnya berada di laut pada jarak 71 kilometer arah barat daya dari Pulau Tambolaka. Kedalaman hiposenter tercatat pada 45 kilometer di bawah permukaan laut.
Berdasarkan mekanisme sumbunya, gempa ini memiliki karakter tektonik akibat aktivitas sesar. Meski belum ada laporan kerusakan bangunan signifikan atau korban jiwa di wilayah daratan terdekat, BMKG mengimbau masyarakat di sekitar pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi dalam 24 jam ke depan. Warga diimbau tidak panik dan menghindari bangunan retakan.
Analisis Pakar Geofisika
Secara tektonik, wilayah Sumba dan Tambolaka terletak di zona konvergensi kompleks yang melibatkan interaksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, serta dipicu oleh aktivitas Sesayam Sumba yang merupakan sistem sesar transpressional. Gempa M4,5 ini kemungkinan berkaitan dengan akumulasi stres pada zona sempitan lempeng atau sesar lokal yang memiliki kedalaman menengah. Mengingat kedalamannya 45 km, potensi tsunami hampir dapat diabaikan karena energi yang dilepaskan tidak cukup besar untuk mengangkat kolom air laut secara signifikan. Namun, frekuensi gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil dari 4,0 masih mungkin terjadi sebagai efek relaksasi stres di sekitar patahan utama.