Gempa M4.6 Guncang Timur Laut Pasuruan, Aktivitas Patahan lokal Diduga Menjadi Pemicu Utama
Gempa bumi dengan magnitudo 4.6 mengguncang wilayah sekitar 100 kilometer sebelah barat daya Kencong, Jawa Timur, pada hari Kamis, 12 Oktober 2026, pukul 14.58 WIB. Menurut data Pusat Geofisika Universitas Gadjah Mada (Geofisa UGM), episenter gempa ini terletak pada kedalaman 10 kilometer, yang mengindikasikan kejadian gempabumi dangkal akibat aktivitas patahan lokal. Getaran dirasakan ringan hingga sedang oleh warga di beberapa bagian Pasuruan dan Probolinggo, namun sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakan struktural atau korban jiwa.
Metode inisiator (pencetus) gempa ini menunjukkan pola sesar normal yang memengaruhi kestabilan lempeng di area tersebut. Karena magnitudonya masih di bawah ambang batas potensi tsunami dan tidak terjadi deformasi dasar laut yang signifikan, pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempabumi susulan yang masih mungkin terjadi dalam jangka waktu beberapa jam ke depan.
Analisis Pakar Geofisika
Dari sudut pandang geofisika, wilayah pesisir utara Jawa Timur ini diketahui memiliki segmen patahan aktif yang sering memicu gempa-gempa kecil hingga menengah. Gempa M4.6 ini kemungkinan merupakan proses pelepasan energi residual dari tegangan tektonik yang terakumulasi di sepanjang patahan normal regional. Secara historis, daerah ini jarang dijangkau oleh gelombang tsunami besar karena letak episenternya yang dalam dan jenis mekanisme sesar yang tidak menghasilkan dislokasi vertikal signifikan pada dasar laut. Oleh karena itu, risiko tsunami dapat diabaikan untuk peristiwa ini, namun masyarakat perlu mewaspadai potensi gempabumi susulan sebagai mekanisme pemutusan patahan yang belum sempurna.