Mendes Yandri Susanto Dukung Program Anyer-Panarukan 3R untuk Angkat Kelas Desa
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah daerah dalam meluncurkan program Anyer-Panarukan 3R. Langkah strategis yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Serang ini dinilai memiliki potensi besar untuk mentransformasi ribuan desa di sepanjang jalur sejarah tersebut menjadi kawasan ekonomi produktif.
Pernyataan sikap ini disampaikan Yandri seusai menghadiri acara peluncuran resmi pada Minggu (11/10). Ia hadir berdampingan dengan dua kepala daerah penggerak utama, yakni Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Kehadiran menteri menandai komitmen kementerian pusat untuk mengawal implementasi konsep Road, Route, dan Roots yang menjadi inti dari program ini.
Dalam paparannya, Yandri menegaskan bahwa Kemendes akan memanfaatkan momentum Festival Anyer-Panarukan sebagai wadah akselerasi pembangunan. Fokus utamanya adalah menaikkan kelas desa-desa yang berada di jalur tersebut tanpa menghilangkan identitas lokal. "Kemendes akan menjadikan momentum Festival Anyer-Panarukan ini untuk menaikkan kelas desa-desa yang ada di jalur Anyer-Panarukan dengan tetap mengedepankan potensi desa masing-masing," ujarnya tegas.
Jalur Anyer-Panarukan melintasi 22 kabupaten/kota yang kaya akan keragaman hayati dan budaya. Yandri mencatat bahwa setiap wilayah memiliki keunggulan spesifik yang selama ini belum tergarap optimal, mulai dari sektor pariwisata berbasis alam, pelestarian budaya tradisional, pertanian modern, hingga potensi ekonomi pesisir. Diversifikasi inilah yang harus diangkat melalui pendekatan kolaboratif antar-pemangku kepentingan.
Efek domino dari kemajuan infrastruktur dan pemberdayaan sumber daya manusia di jalur ini diyakini berdampak luas bagi perekonomian nasional. Yandri menutup keterangannya dengan visi integratif: jika seluruh desa di koridor Anyer-Panarukan berhasil maju, maka kemakmuran itu akan merembet ke seluruh pelosok Pulau Jawa. Kolaborasi lintas sektor kini menjadi kunci agar potensi teoritis tersebut berubah menjadi realitas ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa.
Analisis Redaksi
Dukungan Mendes PDT terhadap program Anyer-Panarukan 3R bukan sekadar seremonial politik, melainkan sinyal perubahan paradigma pembangunan desa dari sentralistik menuju berbasis potensi lokal. Konsep 'Roots' atau akar budaya yang ditekankan menunjukkan upaya menghindari homogenisasi pariwisata massal yang sering kali mematikan identitas asli komunitas. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan eksekusi teknis di lapangan, terutama dalam sinkronisasi anggaran antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang terlibat.
Publik perlu mencerminkan apakah intervensi negara benar-benar memberdayakan masyarakat adat setempat atau justru membuka ruang eksploitasi komersial oleh pemodal besar. Risiko kegagalan biasanya terletak pada kurangnya kapasitas manajemen destinasi di tingkat desa. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan dari Kemendes serta transparansi alokasi dana desa menjadi indikator vital yang harus dipantau ketat dalam satu tahun pertama pelaksanaan program.