Kapolri Rotasi 199 Personel, Tujuh Jabatan Wakapolda Berganti
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar-besaran terhadap 199 personel Polri yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi strategis ini mencakup tujuh jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah atau Wakapolda di berbagai provinsi. Keputusan tersebut tertuang resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026.
Perubahan struktur kepemimpinan daerah ini melibatkan perpindahan posisi kunci di Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Banten, Aceh, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, hingga Jawa Timur. Brigjen Fadillah Zulkarnaen kini mengemban amanah sebagai Wakapolda Sumut menggantikan Brigjen Naek Pamen Simanjuntak. Sementara itu, kursi Wakapolda Sulteng diisi oleh Brigjen Semmy Ronny Thabaa setelah sebelumnya ditempati Brigjen Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf.
Di wilayah barat Pulau Jawa, Brigjen Zain Dwi Nugroho dipercaya memimpin jajaran Wakapolda Banten menggantikan Brigjen Iwan Saktiadi. Pergantian juga terjadi di ujung barat Indonesia, di mana Brigjen Latif Usman dipromosikan menjadi Wakapolda Aceh dari posisinya sebelumnya di Jawa Tengah. Posisi yang ditinggalkan Latif di Jateng kemudian diambil alih oleh Brigjen Herindra Rahmawan. Dua nama baru lainnya masuk melalui jalur penugasan khusus; Brigjen Irwansyah yang sebelumnya bertugas di Kemenko Polkam diangkat sebagai Wakapolda Sumsel, sedangkan Kombes Feri Handoko Soenarso naik pangkat dari Irwasda Polda Sumut untuk menjabat Wakapolda Jatim.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika organisasi dan pembinaan karier. Langkah ini bertujuan memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh wilayah hukum. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas individu.
Johnny menekankan prinsip meritokrasi menjadi fondasi utama agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia berharap para pejabat baru segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah masing-masing. Adaptasi cepat dinilai krusial agar pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan program-program yang telah dijalankan pendahulunya.
Analisis Redaksi
Pergantian serentak tujuh Wakapolda menunjukkan pola penyegaran komando yang sistematis menjelang akhir tahun anggaran. Konsentrasi perubahan di wilayah sumatera dan jawa menandakan adanya evaluasi mendalam terhadap efektivitas pengawasan internal dan operasional di zona-zona padat penduduk serta rawan konflik sosial. Integritas dan rekam jejak disebut-sebut sebagai parameter utama, menyiratkan bahwa Polri sedang berupaya membersihkan barisan dari potensi pelanggaran etika yang bisa menghambat pelayanan publik.
Masyarakat perlu mewaspadai masa transisi awal yang sering kali ditandai dengan penurunan sementara kecepatan respons akibat proses adaptasi pemimpin baru. Namun, jika prinsip meritokrasi benar-benar diterapkan, langkah ini berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap profesionalisme aparat penegak hukum di tingkat regional. Kunci keberhasilan mutasi ini terletak pada kemampuan pejabat baru menerjemahkan arahan pusat ke konteks lokal tanpa terjebak dalam rutinitas birokrasi lama.