Uriarte Pole Moto3 Mandalika, Veda Ega Pratama Amankan Start Ketujuh
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

- Brian Uriarte merebut pole position pada kualifikasi Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10).
- Pembalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 36,861 detik, mengungguli David Almansa dan Alex Carpe yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
- Sementara itu, harapan tuan rumah bertumpu pada Veda Ega Pratama yang berhasil mengamankan start dari baris ketiga, tepatnya posisi ketujuh.
Brian Uriarte merebut pole position pada kualifikasi Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (10/10). Pembalap asal Spanyol itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 36,861 detik, mengungguli David Almansa dan Alex Carpe yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, harapan tuan rumah bertumpu pada Veda Ega Pratama yang berhasil mengamankan start dari baris ketiga, tepatnya posisi ketujuh.
Sesi kualifikasi pertama atau Q1 menyajikan dinamika menarik sebelum akhirnya ditentukan oleh performa puncak di Q2. Hakim Danish dari Malaysia sempat mendominasi jalannya Q1 dengan catatan impresif hingga lap-lap akhir. Namun, dominasi tersebut patah ketika Scott Ogden melesat di tikungan terakhir, memecahkan rekor waktu sesi menjadi 1 menit 37,73 detik. Ogden pun keluar sebagai pemimpin Q1, diikuti Danish di urutan kedua dan Daniel Munoz di tempat ketiga.
Namun, hasil Q1 hanyalah gerbang menuju penentuan grid sesungguhnya di Q2. Para pembalap cepat yang lolos dari jebakan eliminasi Q1 langsung tancap gas untuk memperebutkan slot terdepan. Brian Uriarte membuktikan kelasnya sebagai kandidat juara seri ini dengan kecepatan murni yang sulit ditandingi rival-rivalnya. Posisi tiga besar Q1 sebelumnya—Ogden, Danish, dan Munoz—tergusur jauh ke belakang papan saat bendera kotak-kotak berkibar di akhir Q2.
Veda Ega Pratama menunjukkan konsistensi yang layak diapresiasi di tengah persaingan ketat para rookie dunia. Start dari posisi ketujuh bukan hal mudah mengingat kekuatan teknis motor Honda NSF250RW yang ia kendarai harus berhadapan dengan tim-tim pabrikan Eropa. Pencapaian ini sekaligus menjadi modal psikologis penting bagi Veda jelang balapan utama yang dijadwalkan berlangsung Minggu (11/9), meski jadwal resmi biasanya merujuk pada hari Ahad pekan berikutnya sesuai kalender MotoGP 2026.
Klasemen sementara Moto3 musim 2026 masih dipimpin oleh Max Quiles dengan koleksi 326 poin, unggul signifikan atas pesaing terdekatnya. David Almansa dan Alvaro Carpe membuntuti di peringkat dua dan tiga, menciptakan trio yang dominan sepanjang musim. Di sisi lain, Veda Ega berada di peringkat delapan klasemen dengan raihan 105 poin. Posisi ini menempatkan pembalap muda Indonesia tersebut dalam jalur positif untuk mengejar target finis lima besar di akhir musim, asalkan mampu memaksimalkan setiap kesempatan podium.
Analisis Redaksi
Pole position Uriarte menegaskan kembali supremasi pembalap Spanyol di kelas ringan, namun kejatuhan Hakim Danish dari Q1 ke posisi 18 menyoroti ketidakstabilan mental atau teknis yang kerap menghantui debutan Asia di lintasan basah maupun kering Mandalika. Bagi Veda Ega, start ketujuh adalah titik optimal; terlalu agresif di awal bisa memicu insiden, namun terlalu pasif akan membuatnya terjebak traffic. Strategi ban dan manajemen suhu rem di lap-lap awal akan menentukan apakah dia bisa bertahan di zona poin penuh atau justru melorot ke luar sepuluh besar.
Dampak bagi publik lokal jelas terasa. Kehadiran Veda di barisan depan memberikan narasi kompetisi yang lebih hidup dibanding sekadar menonton duel antar-pembalap asing. Jika Veda mampu naik podium, efek domino terhadap sponsorship dan regenerasi talenta otomotif nasional akan sangat masif. Sebaliknya, kegagalan finish di zona poin akibat tekanan penonton home race bisa menjadi beban psikologis jangka panjang. Yang perlu diwaspadai adalah cuaca Lombok yang tak menentu; jika hujan turun saat warm-up, kartu truf Veda dalam memahami karakteristik trek basah mungkin menjadi faktor X yang mengubah prediksi seluruh paddock.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
