Sinergi Lintas Sektor Digerakkan Tangani 10.000 Hektare Karhutla di Kalimantan Selatan

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Sinergi Lintas Sektor Digerakkan Tangani 10.000 Hektare Karhutla di Kalimantan Selatan
BAGIKAN:

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menggalang kekuatan lintas kementerian dan lembaga untuk menekan laju kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan sekitar 10.000 hektare wilayah di Kalimantan Selatan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat terhadap eskalasi titik api yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat setempat.

Prioritas utama dari koordinasi tersebut adalah memetakan sumber daya penanggulangan bencana secara terpadu. Hanif menekankan bahwa penanganan karhutla tidak bisa lagi dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pemerintah daerah menjadi kunci efektivitas pemadaman dini dan pencegahan perluasan area terbakar.

Kondisi geografis Kalimantan Selatan dengan luasnya kawasan gambut memperumit upaya pemadaman konvensional. Kebakaran di lahan basah ini cenderung menjalar ke bawah permukaan tanah sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan sepenuhnya tanpa teknologi pendukung serta personel yang memadai. Data lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar insiden terjadi akibat pembukaan lahan ilegal atau kelalaian dalam pengelolaan pertanian musiman.

Dampak langsung dari ribuan hektare lahan yang terbakar dirasakan warga melalui penurunan kualitas udara drastis. Asap tebal yang menyelimuti beberapa kabupaten menyebabkan gangguan pernapasan massal, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Aktivitas ekonomi lokal juga terhambat karena transportasi darat dan sungai mengalami gangguan visibilitas serta keselamatan.

Selain kerugian ekologis, ancaman terhadap pasokan bahan pokok turut menghantui sektor pertanian regional. Lahan produktif yang hangus berarti hilangnya potensi panen padi dan jagung dalam jangka pendek maupun menengah. Koordinasi bidang pangan ini bertujuan memastikan rantai distribusi tetap berjalan lancar meski produksi lokal menurun akibat bencana asap.

Analisis Redaksi

Mobilisasi Wamenko Bidang Pangan menandakan pergeseran paradigma penanganan karhutla dari sekadar isu lingkungan menjadi krisis multidimensi yang menyentuh stabilitas ekonomi nasional. Integrasi aspek pangan dalam strategi mitigasi bencana membuktikan kesadaran pemerintah bahwa dampak kebakaran tidak berhenti pada luasan lahan hijau yang hilang, melainkan merembet ke inflasi harga komoditas dasar.

Tantangan terbesar terletak pada konsistensi penegakan hukum bagi pelaku pembakar lahan. Tanpa sanksi tegas dan pengawasan ketat di tingkat tapak, sinergi antar-lembaga berisiko hanya menjadi formalitas administratif. Publik perlu memantau apakah langkah preventif berupa patroli gabungan akan menghasilkan penurunan signifikan pada musim kemarau berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸