Omoda dan Jaecoo Pamerkan Mobil Listrik Modifikasi di IMX 2026
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Omoda dan Jaecoo memamerkan dua mobil listrik andalan mereka, O4 dan J5 EV, dengan sentuhan modifikasi unik di Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026. Acara yang berlangsung pada 9-11 Oktober di ICE BSD Tangerang ini menjadi panggung bagi kedua merek tersebut untuk menunjukkan potensi kendaraan listrik sebagai kanvas kreativitas otomotif.
Dalam penggarapan proyek khusus ini, perusahaan menggandeng National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) serta dua pelaku industri kreatif lokal terkemuka, yaitu Rebellionik dan 347 Homebreaks. Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkaya narasi produk sekaligus mendekatkan diri kepada komunitas penggemar modifikasi tanah air.
Brand Marketing Omoda & Jaecoo Indonesia Alexander Haimir menyatakan bahwa langkah ini didorong oleh peluang pasar yang terus tumbuh. "Seiring dengan bertambahnya jumlah konsumen Jaecoo di Indonesia dan semakin banyaknya unit JAECOO J5 EV yang hadir di jalanan, kami melihat peluang untuk turut mendorong perkembangan industri modifikasi kendaraan listrik di Indonesia," kata Alexander dalam keterangannya, Sabtu (10/10).
Untuk lini Omoda, model O4 digarap oleh Rebellionik dengan fokus pada eksplorasi desain visual yang lebih ekspresif. SUV lima penumpang berbasis listrik ini disulap menggunakan perpaduan warna tak biasa yang mencolok, mencakup kombinasi biru, merah, hingga hijau stabilo dalam satu tampilan bodi. Beberapa tulisan seperti "Hey Baby" dan "Be the One" turut menghiasi sisi kendaraan, berpadu harmonis dengan ornamen grafis lainnya.
Sementara itu, Jaecoo J5 EV tampil dengan konsep outdoor melalui kolaborasi bersama 347 Homebreaks. Pendekatan desain ini terinspirasi dari aktivitas luar ruang, berangkat dari ketertarikan Dendy Darman terhadap eksplorasi alam yang dinilai sejalan dengan karakter tangguh J5 EV. Ubahan fisik meliputi penggantian pelek, penyematan decal di beberapa sisi, hingga pemasangan roof rail, tanpa mengubah bentuk asli kendaraan secara signifikan.
Selain dua kolaborasi utama tersebut, Omoda & Jaecoo juga menghadirkan varian lain dari J5 EV hasil kerja sama dengan NMAA. Modifikasi pada unit ini lebih menekankan pada aspek fungsional dan estetika standar aftermarket, termasuk penggunaan wrapping, pelek baru, ban performa tinggi, perubahan warna, hingga pemasangan Genuine Body Kit resmi.
Analisis Redaksi
Munculnya tren modifikasi pada kendaraan listrik menandai pergeseran paradigma penting di industri otomotif nasional. Jika sebelumnya ekosistem modifikasi sangat lekat dengan mesin pembakaran internal, kini para pemain baru membuktikan bahwa EV memiliki daya tarik tersendiri bagi komunitas kreatif. Hal ini membuka celah pasar baru bagi produsen suku cadang dan jasa modifikasi yang harus segera menyesuaikan kompetensi teknis mereka terhadap sistem elektrifikasi.
Penting dicermati apakah strategi branding berbasis kolaborasi seni ini mampu mempertahankan loyalitas pelanggan jangka panjang atau sekadar gimmick sesaat. Tantangan sesungguhnya terletak pada ketersediaan aksesori resmi dan dukungan purna jual yang memadai. Tanpa infrastruktur after-sales yang kuat, antusiasme awal masyarakat bisa cepat surut ketika menghadapi kendala teknis atau garansi saat melakukan ubahan pada komponen elektronik sensitif milik kendaraan listrik.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Fang Cheng Bao Tembus 600 Ribu Unit Penjualan, BYD Akselerasi Produksi Hadapi Lonjakan Demand

Karma Automotive Luncurkan Eximius 1: Mobil Sport Hybrid Bertenaga 1.195 HP dengan Desain Kustom

Bantah Keraguan, Yamaha GEAR ULTIMA Tuntaskan 2.740 Km Ekspedisi Lintas Alam Selebes
