FP2 Moto3 Mandalika: Quiles Tercepat, Veda Ega Peringkat 11
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Mario Suryo Miquel memimpin sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Sabtu (10/10), dengan catatan waktu 1 menit 36,690 detik. Pembalap Spanyol itu mengungguli David Alonso yang finis kedua dan Brian Uriarte di posisi ketiga. Sementara itu, harapan tuan rumah Veda Ega Pratama harus puas menempati urutan ke-11, meski masih unggul jauh dari rekan senegaranya sekaligus pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Sejak lima menit awal, dinamika persaingan langsung terasa ketat. Brian Uriarte sempat mendominasi papan skor sebelum akhirnya dilewati oleh Mario Suryo Miquel. Pada fase tersebut, Veda Ega Pratama menunjukkan performa menjanjikan dengan menguntit di urutan keempat, memberikan sinyal positif bagi para penggemar lokal yang memadati tribun penonton.
Dalam delapan menit pertama, konsistensi mulai menjadi kunci. Veda Ega berhasil memperbaiki catatan waktunya secara signifikan hingga bertengger di posisi ketiga. Namun, dominasi Miquel tidak tergoyahkan. Memasuki interval 15 menit, Miquel terus memimpin dengan tempo stabil sekitar 1 menit 36 detik. Sebaliknya, nasib berbeda dialami Veda Ega yang perlahan melorot ke urutan kesembilan akibat tekanan dari pembalap lain yang memperbarui waktu lap mereka.
Kondisi semakin memburuk bagi Hakim Danish. Pembalap muda asal Negeri Jiran ini kesulitan menembus batas sepuluh besar sepanjang sesi berlangsung. Posisinya terus merosot tajam hingga berakhir di peringkat ke-25, hanya satu tingkat dari posisi terbawah grid. Hal ini kontras dengan upaya David Alonso yang tancap gas di lima menit terakhir demi mempertajam waktunya, meskipun ia gagal melewati rekor Miquel hingga bendera kotak-kotak berkibar.
Veda Ega sendiri menghadapi tantangan serupa di menit-menit krusial penutup FP2. Ia kesulitan menemukan celah untuk memperbaiki catatan waktunya secara drastis, sehingga harus menerima hasil di peringkat ke-11. Secara keseluruhan, klasemen sementara Moto3 masih dipimpin oleh Miquel dengan koleksi 326 poin, diikuti ketat oleh David Alonso dan Alvaro Carpe. Di sisi lain, Veda Ega bertahan di peringkat delapan klasemen umum dengan raihan 105 poin.
Analisis Redaksi
Posisi Veda Ega di urutan ke-11 pada FP2 bukanlah kegagalan total, melainkan cerminan ketatnya kompetisi kelas dunia yang menuntut presisi tinggi dalam setiap tikungan sirkuit Mandalika. Fakta bahwa ia sempat menyentuh tiga besar di awal sesi membuktikan potensi teknisnya masih sangat hidup. Namun, penurunan posisi menjelang akhir sesi mengindikasikan adanya kendala manajemen ban atau setup motor yang belum optimal ketika suhu lintasan meningkat. Ini adalah pelajaran berharga sebelum masuk ke kualifikasi utama.
Sementara itu, keterpurukan Hakim Danish di posisi ke-25 memerlukan evaluasi mendalam dari tim mekaniknya. Selisih waktu yang cukup lebar dibandingkan rekan setim maupun rival terdekatnya menunjukkan gap pengalaman atau kepercayaan diri yang perlu segera dibenahi. Bagi publik Indonesia, fokus kini tertuju pada bagaimana Veda Ega dapat memanfaatkan momentum perbaikan waktu di sisa sesi akhir pekan untuk mendekati zona poin, mengingat posisinya di klasemen umum sudah relatif aman namun butuh dorongan moral dari penampilan home race.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
