⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Alex Rins Minta Maaf Setelah Acungkan Jari Tengah ke Marshal di Mandalika

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Alex Rins Minta Maaf Setelah Acungkan Jari Tengah ke Marshal di Mandalika
BAGIKAN:

Alex Rins secara terbuka menyampaikan permohonan maaf setelah aksinya mengacungkan jari tengah kepada seorang marshal terekam kamera dan viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada sesi practice MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Jumat (9/10), di Sirkuit Mandalika. Pembalap asal Spanyol tersebut mengakui tindakannya impulsif akibat tekanan tinggi menjelang kualifikasi.

Kronologi bermula ketika Rins mengalami kecelakaan kecil di akhir sesi latihan bebas. Dengan sisa waktu hanya dua menit sebelum sesi berakhir, ia berusaha segera kembali ke area paddock untuk memperbaiki motornya. Keputusannya terburu-buru memicu interaksi yang tidak menyenangkan dengan petugas keamanan lintasan.

Rins sempat mencoba menumpang sepeda motor milik marshal yang berdiri di pinggir lintasan. Namun, perdebatan cepat terjadi karena kendaraan petugas tersebut berstatus sebagai flying marshal bike, bukan moto taxi atau kendaraan operasional umum. Aturan ketat mengenai fungsi kendaraan di trek menjadi titik gesekan antara pembalap dan pejabat sirkuit.

Situasi memanas saat perbedaan pemahaman aturan tak kunjung menemukan jalan keluar dalam hitungan detik. Frustasi oleh keterbatasan waktu dan penolakan bantuan, Rins memilih turun dari kendaraan tersebut. Ia kemudian mengarahkan jari tengahnya ke petugas marshal sebelum beralih menumpang motor milik seorang fotografer untuk menuju garasi.

Rekaman video insiden itu menyebar luas di jagat maya, memicu sorotan publik terhadap etika profesionalisme pembalap top dunia. Merespons gelombang kritik, Rins langsung mengunggah pernyataan resmi melalui kolom komentar di akun media sosialnya. Ia menegaskan bahwa momen penuh ketegangan di tengah sesi latihan membuatnya kehilangan kendali emosi sesaat.

Analisis Redaksi

Permintaan maaf Rins efektif meredam polemik, namun kasus ini menyoroti celah komunikasi antara manajemen tim, pembalap, dan petugas keselamatan di sirkuit baru seperti Mandalika. Ketidaktahuan akan spesifikasi tugas flying marshal menunjukkan pentingnya briefing teknis yang lebih rinci bagi seluruh peserta balap internasional. Tanpa edukasi yang memadai, insiden serupa berpotensi berulang di masa depan.

Fokus kini bergeser pada konsistensi performa Rins di rangkaian balapan utama. Publik menunggu apakah permintaan maaf verbal ini disertai perubahan sikap nyata di trek. Bagi penyelenggara, menjaga netralitas dan ketegasan prosedur tetap krusial demi kredibilitas ajang MotoGP di mata penonton global.

Meow! Tanya Nesi!
😸