Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

WMO Prediksi El Nino Bertahan hingga Februari 2027, Ancaman Kekeringan bagi Indonesia

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

WMO Prediksi El Nino Bertahan hingga Februari 2027, Ancaman Kekeringan bagi Indonesia
BAGIKAN:

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memproyeksikan fenomena El Nino akan bertahan hingga Februari 2027 dengan probabilitas mendekati seratus persen. Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menyatakan bahwa intensitas pemanasan global akibat pelepasan panas laut ini berpotensi menjadikan periode tersebut sebagai salah satu yang terkuat sejak tahun 1950.

Data konsensus dari tiga belas pusat pengamatan iklim nasional dan internasional menunjukkan suhu permukaan laut Pasifik terus merangkak naik. Indeks Nino 3.4 mencatat lonjakan signifikan dari rata-rata 1,6 derajat Celsius di atas normal pada Juni 2026 menjadi 2,5 derajat Celsius pada Agustus. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember mendatang, di mana rata-rata indeks untuk periode Oktober hingga November-Desember diprediksi menyentuh angka 3,7 derajat Celsius.

Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 2,6 derajat Celsius yang tercatat pada tahun 2015. Laporan Layanan Iklim Copernicus Uni Eropa, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), serta NASA mengonfirmasi bahwa Agustus 2026 menjadi bulan Agustus terpanas dalam sejarah pencatatan. Fenomena ini tidak menambah energi baru ke bumi, melainkan melepaskan akumulasi panas yang tersimpan di lapisan bawah lautan.

Dampaknya terhadap pola curah hujan bersifat masif dan regional. Wilayah sekitar Pasifik tengah dan timur, termasuk Tanduk Afrika, Asia Tengah, Timur, Semenanjung Arab, serta Amerika Utara dan Selatan, diproyeksikan mengalami hujan di atas normal. Sebaliknya, zona Pasifik Barat dan Samudra Atlantik menghadapi risiko kekeringan ekstrem, mencakup subkontinen India, Amerika Tengah, dan Karibia.

Indonesia berada tepat di jalur dampak negatif kombinasi El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa sinergi dua fenomena alam ini menyebabkan musim hujan 2026/2027 datang terlambat dan durasinya lebih singkat. Anomali suhu sepanjang Oktober hingga Desember diperkirakan naik sekitar 0,5 derajat Celsius, memperburuk kondisi agrometeorologis di tanah air.

Analisis Redaksi

Prediksi WMO ini bukan sekadar peringatan cuaca biasa, melainkan sinyal krisis ketahanan pangan dan air bersih. Keterlambatan musim hujan di Indonesia berarti masa tanam padi dan jagung akan bergeser drastis, menekan produksi domestik saat permintaan pasar tetap tinggi. Kita harus waspada terhadap spekulasi harga komoditas pokok yang biasanya mengikuti jejak kelangkaan pasokan.

Langkah mitigasi pemerintah tidak bisa lagi bersifat reaktif atau parsial. Sinkronisasi data BMKG dengan kementerian terkait harus menghasilkan peta jalan distribusi air irigasi yang presisi. Jika gagal mengelola transisi hidrologis ini, dampaknya akan menjalar dari sektor pertanian langsung ke inflasi inti, membebani daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling rentan terhadap guncangan harga.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ