⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tom Bihr Akui Port FC Gagal Bangkit, Dua Kalah dari Indonesia dalam Sepekan

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Tom Bihr Akui Port FC Gagal Bangkit, Dua Kalah dari Indonesia dalam Sepekan
BAGIKAN:

Bek senior Port FC Manuel Tom Bihr mengakui timnya gagal bangkit setelah menelan kekalahan memalukan 1-3 dari Persib Bandung di Stadion Thammasat, Kamis (8/10). Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi wakil Thailand yang sebelumnya juga takluk dari Timnas Indonesia di final FIFA ASEAN Cup.

Port FC sempat memimpin lewat penalti Jude Soonsup-Bell pada menit ke-66. Namun konsentrasi lini belakang buyar jelang laga usai. Mariano Peralta menyamakan kedudukan di menit ke-87, disusul gol Berguinho (90+4') dan Luka Menalo (90+6') yang memastikan tiga poin penuh untuk Maung Bandung.

Kisah pilu ini berulang bagi Bihr. Hanya empat hari sebelum duel klub tersebut, ia merasakan pahitnya dibantai skuad Garuda di Stadion GBK, Senin (5/10). Dalam rentang kurang dari sepekan, pemain berusia 33 tahun itu dua kali dipermalukan oleh kontestan sepak bola Indonesia, baik di level tim nasional maupun klub.

Sikap profesional ditunjukkan Bihr pasca-laga. Ia memilih mengambil sisi positif dari insiden tersebut demi perbaikan performa di masa depan. "Kami ambil positifnya, belajar dari kesalahan kami, dan tetap melangkah ke depan," ujar Bihr singkat namun tegas mengenai mentalitas timnya saat ini.

Dampak klasemen pun langsung terasa. Kekalahan ini menggeser Port FC ke peringkat keenam Grup B ASEAN Club Championship 2026/2027. Posisi puncak kini ditempati Johor Darul Ta'zim (JDT) yang menang besar 6-0 atas PKR Svay Rieng, sementara Persib naik ke urutan kedua diikuti Cong An Ha Noi di tempat ketiga.

Analisis Redaksi

Runtuhnya pertahanan Port FC di sepuluh menit terakhir menunjukkan kerentanan psikologis yang serius. Bukan sekadar masalah taktik, kegagalan menjaga keunggulan satu gol hingga injury time mencerminkan kurangnya kedewasaan kompetisi dalam mengelola tekanan. Bagi sebuah klub raksasa Thailand, pola kekalahan beruntun dari lawan asal Indonesia dalam durasi sangat singkat adalah sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh manajemen maupun staf pelatih.

Langkah selanjutnya menuju laga tandang melawan PKR Svay Rieng pada 19 November akan menjadi ujian konsistensi sejati. Jika Port FC masih terjebak dalam euforia atau trauma hasil negatif, peluang mereka bersaing di grup yang dihuni JDT dan Persib akan semakin tipis. Fokus pemulihan mental dan evaluasi defensif mendesak dilakukan segera agar krisis kepercayaan diri tidak menjalar ke pertandingan-pertandingan krusial berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸