KSAD Maruli Sesalkan Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judi Online, Satu Perwira Ditahan

Berita Nasional
Rina WijayaRina Wijaya
Sumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

KSAD Maruli Sesalkan Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judi Online, Satu Perwira Ditahan
BAGIKAN:

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan rasa malu mendalam atas temuan rumah dinas TNI AD yang disalahgunakan menjadi markas operasional judi daring. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/10), menandai respons cepat institusi terhadap pelanggaran berat yang mencoreng nama baik militer.

Maruli menegaskan penolakan mutlak TNI AD terhadap segala bentuk aktivitas perjudian online. Ia membenarkan kabar adanya prajurit yang ditahan di Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) Jaya karena diduga menyewakan fasilitas negara untuk kegiatan ilegal tersebut. "Ini justru hal yang sangat memalukan buat kami," ujar Maruli dengan nada serius, menekankan bahwa integritas institusi tidak bisa ditawar oleh ulah oknum.

Satu perwira menengah dipastikan terlibat dalam skandal ini. Letnan Kolonel (Inf) Arman, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap (Gartap) 1/Jakarta, kini mendekam di tahanan Pomdam Jaya. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengonfirmasi status penahanan tersebut saat dihubungi terpisah di Jakarta, Jumat. Nas menjelaskan bahwa rumah dinas itu memang ditempati oleh Arman, dan pemeriksaan intensif sedang berjalan untuk menggali kedalaman keterlibatannya.

Kasus ini terkuak berkat laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, pada Minggu (4/10). Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan segera mendatangi lokasi. Mereka berhasil mengamankan tempat kejadian perkara beserta barang bukti penting sebelum para pelaku sempat menghilangkan jejak.

Dari penggerebekan tersebut, petugas menemukan sejumlah komputer di beberapa ruangan yang disiapkan khusus untuk menjalankan server judi online. Sebanyak 11 warga sipil—terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan—turut diamankan dan dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk dimintai keterangan. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono merinci barang bukti yang disita meliputi 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk (KTP).

Donny memastikan TNI AD tidak akan melindungi setiap anggota yang terbukti bersalah. "Kita pastikan enggak mungkinlah kita melindungi (oknum prajurit) yang seperti itu," tegas Maruli sebelumnya, sejalan dengan komitmen Donny bahwa fasilitas institusi harus steril dari praktik ilegal. Proses hukum terus berlanjut seiring pendalaman pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam jaringan operasioanal tersebut.

Analisis Redaksi

Penyalahgunaan rumah dinas militer untuk bisnis haram menunjukkan celah pengawasan internal yang perlu dievaluasi menyeluruh. Fakta bahwa seorang perwira intelijen Gartap terlibat menambah dimensi kelam pada kasus ini; posisi strategis seharusnya menjadi benteng pertahanan keamanan, bukan justru membuka pintu bagi eksploitasi fasilitas negara. Publik berhak bertanya sejauh mana mekanisme kontrol sosial dan audit rutin di lingkungan perumahan dinas efektif mencegah penyimpangan semacam ini terjadi tanpa sepengetahuan komando atas.

Tindakan cepat KSAD Maruli dalam melabeli kasus ini sebagai 'memalukan' adalah langkah retorika yang tepat untuk menyelamatkan reputasi institusi di tengah sorotan tajam masyarakat. Namun, kata-kata saja tidak cukup. Penegakan hukum yang transparan terhadap Letkol Arman dan sebelas warga sipil lainnya akan menjadi ujian nyata kredibilitas TNI AD. Jika proses hukum berjalan lambat atau terkesan menutup-nutupi peran aktor intelektual di balik layar, kepercayaan publik yang sudah rapuh akibat isu-isu serupa di masa lalu akan semakin terkikis. Konsistensi antara ucapan pimpinan tertinggi dan tindakan penegakan disiplin di lapangan adalah kunci pemulihan citra.

Meow! Tanya Nesi!
😸