Kamila Andini Bawa 'Empat Musim Pertiwi' ke Nominasi Oscar 2027
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Empat Musim Pertiwi, karya sutradara Kamila Andini, resmi didorong sebagai perwakilan Indonesia dalam kategori Best International Feature Film untuk ajang 99th Academy Awards atau Piala Oscar 2027. Keputusan ini menjadi sorotan utama di tengah deretan film baru yang tayang akhir pekan ini, mengungguli persaingan genre horor dan drama investigasi di bioskop.
Di balik label film perwakilan tersebut, narasi emosional menjadi inti cerita. Pertiwi, yang diperankan Putri Marino, pulang ke tanah air setelah 20 tahun. Kepulangan ini disambut dingin oleh warga dan sebagian keluarganya, kecuali Mak Ira (Christine Hakim) dan Bisma (Arya Saloka). Peristiwa ini memaksa Pertiwi membongkar masa lalu kelam yang sempat mengurungnya di penjara, sebuah trauma yang kini ia hadapi bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk sembuh.
Konteks tayangannya berada di tengah dominasi genre horor dan aksi. Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Jerome Kurnia dan Lukman Sardi sebagai romo eksorsis yang memerangi iblis Rephaim. Ancaman muncul dari ritual gagal di kota terpencil, memicu pengusiran setan untuk menyelamatkan jiwa dari jerat pesugihan. Film ini berperingkat R13+.
Selain itu, ada horor keluarga Other Mommy dengan Jessica Chastain di latar belakang, serta film Korea Reawakened Man adaptasi webcomic Chae Yong-taek. Koo Kyo-hwan dan Shin Seung-ho tampil dalam kisah Seok Hwan, yang bangkit 72 jam setelah tewas dan mendapatkan kekuatan meningkat setiap kali 'mati'. Genre ini diposisikan dengan label D17+.
Di sisi drama nirlangsung realitas, The Social Reckoning membongkar skandal Facebook. Mikey Madison berperan sebagai insinyur muda yang merekrut reporter Wall Street Journal, Jeremy Allen White, untuk menelusuri rahasia jejaring sosial terbesar. Penayangan kolektif ini menawarkan spektrum genre yang luas bagi penonton bioskop nasional.
Analisis Redaksi
Kehadiran Empat Musim Pertiwi di bioskop bukan sekadar acara hiburan rutin. Sebagai calon nominee Oscar, film ini menjadi etalase kualitas sinema Indonesia di panggung global. Fokus cerita pada 'kehancuran dan pemulihan' tokoh utama Pertiwi menunjukkan kedewasaan tematik yang biasanya lebih banyak ditemui di festival film independen, kini dinormalisasi di pasar biosop umum. Ini sinyal positif bahwa penonton lokal mulai terbuka pada narasi psikologis yang kompleks.
Secara strategi distribusi, menaruh film drama serius berdampingan dengan horor populer seperti Kuasa Gelap menunjukkan kelincahan industri dalam memetakan segmen penonton. Horor tetap menjadi penggerak utama antrean, tetapi film berprofil tinggi seperti The Social Reckoning mengisi celah bagi audiens yang mencari substansi investigatif. Kombinasi ini meminimalkan risiko gagal komersial dengan merangkul berbagai preferensi genre secara simultan dalam satu periode tayang.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
