Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 5.2 Guncang 117 KM Tenggara Bitung, BMKG: Aktivitas Tektonik Zona Subduksi

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa Magnitudo 5.2 Guncang 117 KM Tenggara Bitung, BMKG: Aktivitas Tektonik Zona Subduksi
BAGIKAN:

Gempa bumi dengan magnitudo 5.2 mengguncang wilayah perairan di 117 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi, 9 Oktober 2026, pukul 08:11:04 WIB. Pusat gempa (hiposenter) tercatat berkedalaman 10 kilometer, menandakan bahwa guncangan ini berjenis dangkal dan berpotensi dirasakan secara signifikan di daratan terdekat. Meskipun episentrum berada di laut, intensitas getaran diperkirakan mencapai skala Intensitas Gempa Bumi (IGB) III hingga IV di beberapa kawasan pesisir Bitung dan wilayah sekitar, ditandai dengan getaran yang dapat dirasakan oleh sebagian penduduk di dalam rumah serta benda-benda berayun.

Berdasarkan data pemetaan tektonik, wilayah ini merupakan zona interaksi kompleks antara Lempeng Sunda dan Lempeng Eurasia. Kedalaman hiposenter yang sangat dangkal menunjukkan bahwa gaya penggerak gempa berasal dari deformasi kerak bumi di sepanjang Sesar Laut Sulawesi, sebuah zona patahan aktif yang melintasi wilayah perairan tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan struktural signifikan maupun korban jiwa yang muncul. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan retakan.

Analisis Pakar Geofisika

Dari perspektif geofisika, gempa dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer di lepas pantai utara Sulawesi sangat berkarakteristik dengan aktivitas normal faulting (patahan normal) di zona Sesar Laut Sulawesi. Sesar ini adalah struktur geologi utama yang memisahkan Lempeng Sunda dan Lempeng Filipina, serta menjadi sumber sejarah kegempaan di wilayah tersebut, termasuk gempa-gempa besar yang pernah mengguncang Sulawesi Utara. Mengingat kedalaman dangkalnya, potensi tsunami praktis dapat diabaikan kecuali jika terjadi deformasi bawah laut yang masif, namun dengan magnitudo 5.2, risiko tsunami sangat kecil. Potensi gempa susulan tetap ada karena energi yang tersisa di sepanjang bidang patahan belum sepenuhnya terlepas, sehingga masyarakat di wilayah pesisir utara Sulawesi disarankan untuk memantau pembaruan informasi dari BMKG dan tetap menjaga kesiapsiagaan dengan menjauhi area pantai dalam beberapa jam pertama setelah kejadian.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ