Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bantah Tudingan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Jalani Pemeriksaan Sembilan Jam di Polda Metro Jaya

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Bantah Tudingan Kekerasan Seksual, Betrand Peto Jalani Pemeriksaan Sembilan Jam di Polda Metro Jaya
BAGIKAN:

Anak angkat Ruben Onsu, Betrand Peto Putra Onsu, membantah keras seluruh tudingan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) setelah menjalani pemeriksaan selama sembilan jam sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10). Proses klarifikasi yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga sekitar 22.00 WIB ini menelusuri kronologi lengkap peristiwa dugaan kejahatan seksual di sebuah tempat hiburan kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Didampingi kuasa hukumnya, Timothy Ezra, penyanyi muda itu dicecar 55 pertanyaan oleh penyidik Direktorat PPA-PPO. Fokus interogasi mencakup aktivitas Betrand sejak tiba di lokasi kejadian hingga waktu subuh, termasuk identifikasi saksi fakta dan rekonstruksi interaksi dengan pihak-pihak terkait. "Intinya bagaimana Onyo sampai di situ, kenapa ke TKP, terus dan apa aja yang dilakukan dari sebelum, saat, dan sesudah sampai jam 05.00 subuh," jelas Timothy Ezra kepada media, Jumat (9/10).

Pengacara tersebut menegaskan bahwa kliennya menolak segala bentuk perbuatan yang dituduhkan. Namun, ia mengakui ada bagian-bagian tertentu dalam keterangan Betrand yang diterima atau 'di-oke-kan' karena sesuai dengan fakta lapangan, sementara sisanya dibantah total. "Siapa-siapa orangnya, saksi faktanya siapa aja... Jadi semuanya kita bantah. Lalu ada juga yang kita oke-kan, ada yang enggak," tambahnya. Ia menekankan dinamika pertemuan tersebut awalnya berlangsung dalam suasana senang hati tanpa unsur paksaan atau saling memberatkan.

Status hukum perkara ini masih berada pada tahap penyelidikan awal berupa berita acara klarifikasi. Pihak kepolisian belum menaikkan status kasus ke penyidikan penuh karena masih menunggu hasil analisa rekam medis, visum et repertum, serta uji psikologis forensik terhadap pelapor berinisial AW. Laporan polisi tersebut telah dibuat pada Sabtu (12/9), dan AW sendiri sudah dimintai keterangan dengan 23 pertanyaan pada Senin (14/9).

Timothy Ezra mengklaim tidak ada satu pun saksi lain, termasuk teman dekat Betrand bernama Yusuf, yang memberikan keterangan memberatkan posisi anaknya. Klaim ini diperkuat oleh pernyataan Betrand sebelumnya dalam konferensi pers pada 14 September, di mana ia menyatakan kesiapannya untuk kooperatif dan menjamin tidak akan memanipulasi fakta. "Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang," tegas Betrand kala itu.

Analisis Redaksi

Dinamika proses hukum ini memperlihatkan pola klasik dalam penanganan kasus sensasional di kalangan selebritas: kecepatan reaksi publik versus ketelitian prosedur investigasi. Fakta bahwa pemeriksaan baru mencapai tahap klarifikasi dan masih menunggu bukti ilmiah seperti visum serta psikologis forensik menjadi penentu utama apakah tuduhan ini memiliki dasar kuat atau sekadar fitnah. Tanpa bukti medis yang konklusif, narasi pembelaan Betrand mengenai kesepakatan sukarela ('happy') akan sulit dipatahkan secara hukum, namun tetap rentan diguncang opini publik yang terbentuk lebih cepat daripada proses peradilan.

Masyarakat perlu mewaspadai jeda informasi antara klaim pengacara dan temuan objektif penyidik. Pengakuan adanya bagian yang 'di-oke-kan' menyisakan ruang interpretasi yang harus diisi oleh bukti fisik. Langkah selanjutnya sangat bergantung pada integritas laporan forensik; jika hasil visum negatif atau inconclusive, peluang penetapan tersangka bagi Betrand mengecil drastis. Sebaliknya, jika ditemukan luka trauma atau jejak biologis yang mendukung teori pemaksaan, arah penyelidikan bisa berubah tajam dalam hitungan hari. Ketahanan mental kedua belah pihak kini diuji bukan hanya oleh tekanan sosial, tetapi oleh akurasi sains kedokteran hukum.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
😸