⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.2 di 117 km SE of Bitung, Indonesia pada 9/10/2026, 12.11.04. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.

700 Personel Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Berita Nasional
Rina WijayaRina Wijaya
Sumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

700 Personel Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
BAGIKAN:

Satu-satunya cara memutus rantai peredaran gelap di gang-gang sempit Daan Mogot adalah dengan menggerebek habis-habisan. Pada Jumat (9/10), ribuan mata memandang ke Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, saat 700 personel gabungan dari Brimob, BNN, Polres, Polda Metro Jaya, hingga TNI menerobos masuk ke kompleks perumahan tersebut. Operasi masif ini berujung pada penahanan 24 orang yang diduga terlibat dalam sindikat narkotika lokal, sekaligus menyita barang bukti mulai dari sabu, ganja, hingga senjata tajam berupa panah dan tombak.

Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci efisiensi operasi ini. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menegaskan bahwa penggerebekan dilakukan secara serentak di dua titik panas tersebut. "Polisi bersama masyarakat kita lakukan hari ini serentak di dua lokasi, Kampung Ambon dan juga [kampung] Boncos, ya. Nah, ini kita kerja sama Brimob, BNN, kemudian Polres, Polda, ya, TNI," kata Bismo di lokasi kejadian. Ia menjelaskan rincian penangkapan: 16 orang diamankan dari Kampung Ambon dan 8 orang dari Kampung Boncos. Status hukum mereka masih dalam tahap pendalaman, apakah sebagai pengguna atau pengedar.

Proses penggeledahan tidak berjalan mulus. Tim harus memacu adrenalin karena beberapa terduga pelaku berusaha melarikan diri ke sungai untuk menghindari penangkapan. "Kita temukan orang-orang yang berusaha lari, ya. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan, ya. Kita borgol," ungkap Bismo. Di dalam rumah-rumah yang didobrak, selain narkoba, tim juga menemukan etomidate dan timbangan digital. Beberapa dokumen identitas seperti KTP dan SIM turut diamankan, memudahkan proses identifikasi penghuni kos-kosan dan rumah yang sebagian besar telah kosong melompong saat tim tiba.

Operasi ini bukanlah sekadar razia dadakan. Berdasarkan pantauan, tim berkumpul sekitar pukul 09.45 sebelum memecah diri masuk ke dalam gang-gang sempit. Bismo menggarisbawahi bahwa upaya pemberantasan ini akan berlanjut ke wilayah-wilayah lain yang dicurigai. "Nanti kita akan berlanjut ke lokasi yang berikutnya, ya. Kita akan matangkan tekniknya, ya juga pasukannya, nanti akan kita berantas, kita operasi, kita razia," ucapnya. Ia menolak untuk mengambil pendekatan satu arah yang represif semata bagi mereka yang teridentifikasi sebagai pengguna.

Bagi 24 orang yang tertangkap, nasib mereka akan ditentukan oleh hasil tes urin yang segera dilakukan. Bismo menegaskan pendekatan humanis untuk mereka yang murni pengguna. "Nah, yang pertama kalau pengguna kita akan rehab ya, kita akan pulihkan, karena mereka adalah korban penyalahgunaan. Kemudian untuk operasi ini akan terus ya kita lakukan, tidak hanya insidental, tapi juga kita lakukan upaya-upaya dialogis, humanis, ngobrol," kata Bismo. Pendekatan ini mencerminkan strategi penegakan hukum yang mulai menggeser fokus dari sekadar penahanan fisik ke pada pemulihan sosial, sebuah pergeseran signifikan dalam penanganan sinkratisasi masalah narkotika di permukiman padat.

Analisis Redaksi

Keberhasilan mengamankan 24 tersangka dan ribuan barang bukti dalam hitungan jam menunjukkan bahwa intelijen polisi sudah bekerja jauh sebelum hari-H. Namun, keberadaan senjata tajam seperti panah dan tombak mengindikasikan bahwa para pelaku telah mempersiapkan pertahanan diri, bukan hanya penyimpanan barang. Ini adalah tanda peringatan bahwa sindikat di Kampung Ambon dan Boncos telah terorganisir dan memiliki tingkat ancaman yang tinggi terhadap petugas, sehingga pendekatan "soft-dialog" yang dijanjikan Bismo mungkin hanya berlaku bagi pengguna ritel, bukan bagi pengedar besar yang terafiliasi dengan kelompok bersenjata tersebut.

Secara strategis, langkah Polda Metro Jaya untuk melanjutkan operasi ke lokasi berikutnya berarti perang ini belum selesai. Dengan adanya keterlibatan TNI dalam operasi gabungan, kita menyaksikan peningkatan skala ancaman yang dipandang serius oleh negara. Publik perlu waspada bahwa "pembersihan" ini hanya menyentuh permukaan; tanpa memutus jalur distribusi hulu yang mungkin berada di luar Jakarta Barat, kampung-kampung serupa akan terus bermunculan sebagai simpul baru peredaran narkotika.

Meow! Tanya Nesi!
😸