Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Peluang Rivaldo Pakpahan Menjadi Pelapis Joey Pelupessy di Timnas Indonesia

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Peluang Rivaldo Pakpahan Menjadi Pelapis Joey Pelupessy di Timnas Indonesia
BAGIKAN:

Pengamat sepak bola nasional Supriyono Prima menilai Joey Pelupessy membutuhkan pelapis di skuad Timnas Indonesia, dan menyebut Rivaldo Pakpahan sebagai sosok paling potensial untuk mengisi posisi tersebut. Penilaian ini muncul di tengah performa konsisten gelandang 33 tahun itu di turnamen FIFA ASEAN Cup 2026. Sebagai pemain yang selalu menjadi starter dan bermain hingga 120 menit di laga final melawan Thailand, kebutuhan akan alternatif tenaga segar menjadi hal logis bagi pelatih kepala John Herdman.

Joey Pelupessy tercatat tak tergantikan di sepanjang turnamen tersebut. Ketahanan fisik dan keandalannya di lini tengah menjadikannya sosok kunci bagi Garuda. Namun, Supriyono mengingatkan bahwa dalam konsep turnamen, ketidakpastian kondisi pemain di masa depan, termasuk risiko akumulasi kartu kuning atau kartu merah, harus selalu diantisipasi dengan adanya pemain cadangan yang berkualitas.

Supriyono memberikan rekomendasi spesifik kepada manajemen Tim Nasional. Ia menyoroti performa Rivaldo Pakpahan di klub Liga 1, Borneo FC. Pemain berusia 23 tahun itu dianggap memiliki karakter permainan yang sesuai untuk mengisi kekosongan jika Pelupessy dipaksa absen. "Saya sampaikan Rivaldo Pakpahan bisa jadi salah satu opsi dengan melihat karakternya di Borneo FC," ujar Supriyono merujuk pada statistik dan kontribusi pemain tersebut dalam kompetisi domestik.

Kebutuhan akan kedalaman skuad tidak hanya berhenti di posisi Pelupessy. Supriyono juga menyinggung posisi Thom Haye yang ia anggap memerlukan pengisi alternatif. Selain itu, dinamika lini tengah tengah menjadi perhatian khusus. Sosok seperti Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Fikri disebut memiliki kualitas, namun dengan catatan tertentu terkait intensitas dan stamina dalam 90 menit pertandingan.

Menurut Supriyono, kehadiran Egy Maulana Fikri membawa warna berbeda dengan kemampuan untuk menyerang ke dalam dan menjadi pemantik serangan. Namun, stamina pemain dalam durasi penuh masih menjadi tanda tanya di tengah tuntutan kompetisi tingkat tinggi. Timnas Indonesia kini dihadapkan pada pertanyaan strategi: bagaimana menyeimbangkan kebutuhan akan stamina jangka panjang dengan kreativitas sesaat di lapangan hijau? Semua mata kini tertuju pada bagaimana John Herdman merespons masukan ini dalam agenda berikutnya.

Analisis Redaksi

Secara logis, masukan Supriyono Prima menyoroti salah satu titik lemah fundamental dalam manajemen skuad turnamentan: rotasi. Ketergantungan pada satu pemain kunci seperti Pelupessy adalah risiko strategis yang harus diminimalkan. Jika skema permainan Indonesia bergantung pada satu gendangnya yang tidak tergantikan, sebuah cedera atau suspensi kartu bisa mengacaukan seluruh arsitektur taktik. Rekomendasi untuk mengorbitkan pemain muda berbakat seperti Rivaldo Pakpahan adalah langkah yang tepat untuk menciptakan kompetisi sehat di internal tim nasional.

Perlu juga dicermati bahwa analisis terhadap lini tengah menunjukkan bahwa pelatih John Herdman mungkin tengah mencari keseimbangan antara stamina dan kreativitas. Kritik terhadap stamina Kambuaya dan Egy dalam 90 menit mengisyaratkan adanya kelelahan atau ketidaksesuaian pola latihan dengan intensitas kompetisi Asia. Jika tidak ada perubahan dalam manajemen intensitas, Indonesia akan kesulitan bersaing di babak akhir turnamen di mana kedalaman skuad sering kali menjadi pembeda antara juara dan yang tersisih.

Kemungkinan langkah selanjutnya secara logis adalah adanya perubahan formasi atau skema rotasi di laga-laga uji coba mendatang. Tim pelatih perlu memvalidasi apakah Rivaldo Pakpahan benar-benar mampu menggeser atau mengimbangi performa Pelupessy dalam situasi yang lebihι«˜εŽ‹ (tekanan tinggi) di level internasional, bukan hanya di Liga 1. Ini akan menjadi ujian nyata bagi kepercayaan pengamat terhadap potensi pemain muda tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸