Megawati Peringatkan Lawan Hillstate: Jeda Satu Tahun Jadi Energi Baru di Liga Korea
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Megawati Hangestri Pertiwi melontarkan peringatan keras kepada rival-rival Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026 dan Liga Voli Korea 2026/2027. Pemain asal Indonesia itu menilai absennya dari persaingan selama satu musim justru menjadi faktor kunci yang meningkatkan level kompetisinya. Ia menegaskan siap menunjukkan performa terbaiknya di panggung volim Korea.
Pernyataan tegas ini keluar dari konferensi pers KOVO media day yang digelar pada Rabu (7/10) silam. Agenda itu berlangsung sebelum KOVO Cup yang kick-off pada 11 Oktober dan Liga Voli Korea yang dimulai akhir bulan. Megawati hadir sebagai salah satu bintang Hyundai Hillstate. Para pemain bintang dan pelatih dari setiap tim juga memadati acara tersebut.
Nama Megawati sudah menjadi jaminan kualitas di Liga Voli Korea. Ia terkenal sejak musim 2023/2024 dan 2024/2025 saat membela Red Sparks. Megatron, julukan Megawati, sebelumnya harus menelan pil pahit akibat cedera lutut. Cedera itu ia alami usai mengantar Red Sparks menjadi runner up pada musim 2024/2025. Setelah absen satu musim untuk pemulihan dan menikah, Megawati kembali ke Korea bersama Hillstate.
Walaupun sempat absen semusim dari persaingan di Korea dan dihantam cedera, Megawati yakin mampu kembali kompetitif di Negeri Ginseng. Pemain 27 tahun itu kini memberikan peringatan serius kepada lawan-lawan Hillstate di KOVO Cup dan Liga Voli Korea. "Rasanya senang sekali bisa kembali. Menurut saya, jeda satu tahun itu justru membawa dampak positif," ujar Megawati seperti dikutip dari Chosun.
Dalam kesempatan yang sama, Megawati membeberkan alasan meninggalkan Korea dan absen satu musim pada periode 2025/2026. "Saya mulai memikirkan soal pernikahan saat menjalani musim kedua bersama Jung Kwan Jang. Saya berkata pada diri sendiri, 'Saya akan menikah tahun depan,' dan akhirnya saya menikah pada tahun 2026. Saya sangat bahagia karena itu," ucap Megawati. Mengenai pergantian klub, Megawati menganggap hal itu wajar dalam dunia atlet profesional. Mantan pemain Pertamina Enduro itu tidak masalah jika sebagian penggemarnya masih mendukung Red Sparks.
Analisis Redaksi
Megawati membuktikan bahwa jeda karier tidak selalu berarti penurunan performa. Dalam analisis redaksi, absennya selama setahun justru menjadi ruang untuk melakukan regenerasi fisik dan mental. Cedera lutut yang ia hadapi pada akhir musim 2024/2025 kini telah pulih. Hal ini mengubah statusnya dari pemain yang sedang pemulihan menjadi ancaman nyata bagi rival-rival di grup.
Transisi dari Red Sparks ke Hyundai Hillstate menunjukkan profesionalisme tinggi. Megawati memahami bahwa loyalitas tim di level internasional adalah bagian dari kontrak kerja, bukan ikatan emosional yang abadi. Pernyataannya bahwa sebagian pendukung Red Sparks ikut pindah ke Hillstate memperlihatkan betapa besar pengaruhnya di Korea. Ia tidak memandang pergantian tim sebagai pengkhianatan, melainkan kelanjutan karier.
Dengan jadwal KOVO Cup yang segera dimulai, tekanan langsung akan hadir. Hillstate berada di Grup B bersama GS Caltex dan Hi Pass. Lawan-lawan ini tidak akan meremehkan Megawati meski ia baru kembali. Tantangan sesungguhnya bukan hanya menjaga kondisi, tetapi konsistensi di tengah persaingan grup yang kuat. Peringatan Megawati harus menjadi sinyal bahwa dia datang bukan untuk sekadar hadir, melainkan untuk bersaing di papan atas.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Park Hang Seo Bentrok dengan Suporter Thailand Diduga Akibat Ejekan Rasial

Jack Miller Kritik Keputusan MotoGP Qatar, Sebut Mayoritas Pembalap Tidak Ingin Ikut Balapan

MotoGP 2026: Duel Marquez vs Martin, Acosta & Bezzecchi Masih Buka Peluang
