KPop Demon Hunters Bertahan di Top 10 Netflix Selama 67 Pekan
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

KPop Demon Hunters menunjukkan daya tahan luar biasa di pasar streaming global. Film animasi peraih Piala Oscar ini masih menempati posisi ke-10 dalam daftar Top 10 Film Netflix untuk periode 28 September hingga 4 Oktober 2026. Ini menandai pekan ke-67 film tersebut bertahan di jajaran atas, meskipun tidak selalu berturut-turut.
Data resmi mingguan Netflix mencatat performa solid selama sepekan terakhir. KPop Demon Hunters meraih 2,4 juta penayangan dengan total waktu tonton mencapai 4 juta jam. Angka ini membuktikan bahwa minat penonton terhadap karya animasi Korea Selatan tersebut belum surut meski telah dirilis lebih dari setahun lalu.
Ketahanan selama 67 pekan menempatkan film ini sebagai salah satu tayangan paling awet di platform tersebut. Perbandingan dengan judul lain sangat mencolok. Mayoritas film baru di daftar mingguan yang sama hanya bertahan antara satu hingga enam pekan sebelum tergusur oleh konten segar lainnya.
Pada periode yang sama, puncak tangga lagu global ditempati oleh UNABOMBER. Dokumenter tersebut mencatat 24,9 juta tayangan pada pekan keduanya. Posisi kedua dan ketiga diisi pendatang baru The Widower: 'Til Death Do Us Part dengan 11,6 juta tayangan serta Doing Life yang mengumpulkan 9,3 juta tayangan.
Jajaran sepuluh besar juga dihuni oleh The Breadwinner di posisi keempat dan The Equalizer 3 di peringkat kelima. Disusul kemudian oleh The Mummy, The Whisper Man, What's Your Number?, serta A Minecraft Movie di urutan kesembilan. Keberadaan KPop Demon Hunters di tengah persaingan ketat ini menegaskan kekuatan basis penggemarnya yang terus tumbuh secara global.
Analisis Redaksi
Fenomena ketahanan KPop Demon Hunters bukan sekadar keberuntungan algoritma. Laporan berkala What We Watched milik Netflix untuk paruh pertama tahun 2026 (Januari–Juni) mengungkap bahwa film pemenang Grammy Awards ini merupakan film keempat paling banyak ditonton di seluruh dunia. Total penayangannya menembus angka fantastis 130,4 juta views.
Angka ini menjadi bukti nyata bagaimana kombinasi kualitas produksi tinggi dan strategi distribusi tepat mampu menciptakan efek ekor panjang (long tail effect) di era streaming. Bagi industri hiburan, kasus ini menawarkan pelajaran penting bahwa nilai sebuah konten tidak lagi ditentukan semata-mata oleh popularitas minggu pertama rilis, melainkan oleh kemampuan mempertahankan relevansi budaya dan emosional penonton seiring berjalannya waktu.

