⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Perairan Baa, Potensi Gempa Susulan Masih Terbuka

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Perairan Baa, Potensi Gempa Susulan Masih Terbuka
BAGIKAN:

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4.9 tercatat mengguncang wilayah perairan sekitar Baa, Kepulauan Riau, pada Kamis sore (8/10). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 1°48'00" LS dan 103°58'00" BT, berjarak 113 km di barat laut Baa dengan kedalaman hiposenter 12 km. Getaran gempa ini terjadi pada pukul 17:11:49 WIB dan belum menimbulkan laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa hingga berita ini diturunkan.

Seismolog memperkirakan bahwa mekanisme pemulusan (slip) yang terjadi pada kedalaman dangkal tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas seismik di sekitar Zon Subduksi Nias-Sumba yang melintasi wilayah Selat Malaka hingga Samudra Hindia bagian utara. Meskipun magnitudo 4.9 termasuk kategori sedang, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat adanya potensi gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, sebagaimana pola umum aktivitas tektonik di kawasan tersebut.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Baa secara geologis berada di dekat zona interaksi lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Sunda, yang dipengaruhi oleh adanya Sesar Sumatera (Sumatran Fault) dan zona subduksi. Sejarah kegempaan di koordinat ini menunjukkan rekaman aktivitas seismik berkala, baik berupa gempa tektonik dangkal maupun menengah. Potensi tsunami untuk magnitudo 4.9 dapat diabaikan karena energi yang dileparkan tidak cukup untuk menghasilkan gelombang air laut yang berbahaya pada skala regional; however, gempa dengan magnitudo di atas 7.0 yang diikuti mekanisme turun (thrust) menjadi pemicu utama ancaman tsunami. Masyarakat disarankan memantau pengumuman resmi BMKG secara berkala, terutama jika terjadi peningkatan frekuensi gempa susulan dengan magnitudo yang lebih besar, sebagai indikator belum pulihnya energi tektonik pada zona patahan tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸