Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Wilayah Perairan Bengkulu Barat Laut, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Wilayah Perairan Bengkulu Barat Laut, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BAGIKAN:

Peristiwa gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 18:23:47 WIB. Menurut data awal yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak di koordinat 5.82 LS dan 101.12 BT, atau tepatnya berada di perairan barat laut (WNW) Bengkulu pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan ini tercatat cukup signifikan sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah pesisir pantai dan kota Bengkulu, namun belum dilaporkan adanya kerusakan material yang berarti pada struktur bangunan maupun infrastruktur publik.

Dalam keterangannya, Kepala BBMKG Wilayah II Jakarta menyampaikan bahwa parameter mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tersebut didasari oleh mekanisme pergerakan sesar normal, yang mengindikasikan adanya aktivitas tektonik di zona subduksi atau interaksi lempeng tektonik di wilayah Indonesia bagian barat. Hingga saat ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat dihimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi resmi yang disebarkan oleh BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti aplikasi, website, dan media sosial resmi, guna memastikan keselamatan dan kewaspadaan di tengah situasi kegempaan ini.

Analisis Pakar Geofisika

Dari perspektif geofisika, lokasi episentrum 84 kilometer ke arah barat laut dari kota Bengkulu menempatkan sumber gempa dalam zona transisi antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah utara dan Lempeng Eurasia. Kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer menunjukkan bahwa patahan atau patahan aktif yang memicu gempa ini berada di kerak benua atau kerak samudra bagian atas, yang sering kali terkait dengan sesar-sesar lokal yang memotong zona subduksi utama. Sejarah kegempaan di sektor ini menunjukkan rekurensi gempa-gempa dangkal berukuran kecil hingga sedang yang menandakan akumulasi energi seismik yang secara bertahap dilepaskan melalui aktivitas sesar. Meskipun magnitudo 4,7 tergolong moderat, kedalaman yang dangkal dapat meningkatkan intensitas guncangan di daratan terdekat. Secara ilmiah, potensi tsunami dapat diabaikan karena sumber gempa berada di zona dangkal yang didominasi oleh sesar normal, bukan patahan mendatar (thrust fault) yang mampu menggeser volume besar air laut vertikal. Terkait gempa susulan, tren seismologi mengindikasikan adanya kemungkinan terjadinya aftershock dengan magnitudo lebih kecil sebagai proses relaksasi tegangan di zona patahan utama, namun risiko kerusakan lanjutan tetap minimal selama masyarakat memperhatikan struktur bangunan yang retak dan mematuhi protokol evakuasi jika ada tanda-tanda ketidakstabilan tanah.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ